Masuknya proyek Penanaman Modal Asing (PMA) memiliki fungsi vital sebagai mesin penggerak roda perekonomian Indonesia. Investasi asing tidak hanya membantu menjembatani keterbatasan modal domestik untuk membangun infrastruktur modern, tetapi juga berperan besar dalam membuka lapangan kerja formal secara masif, mendorong transfer teknologi ke industri lokal, serta meningkatkan devisa negara.
Efek pengganda (multiplier effect) dari proyek-proyek internasional ini secara langsung menghidupkan ekosistem ekonomi di daerah, mulai dari berkembangnya pelaku UMKM, sektor transportasi, hingga memicu lonjakan permintaan properti dan hunian di sekitar pusat investasi.
Hal tersebut tercermin dari banyaknya proyek asing yang masuk ke Jawa Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan beberapa kota/kabupaten dengan proyek asing terbanyak di Jawa Barat.
Realisasi Proyek Asing Kabupaten Bekasi Tembus 18.341 proyek
Baca Juga: Kenapa Investor Global Tertarik ke Indonesia?
Kabupaten Bekasi kokoh memimpin di posisi puncak dengan total 18.341 proyek asing pada tahun 2025. Sebagai pusat industri terbesar di Asia Tenggara, proyek asing di Bekasi didominasi oleh manufaktur hulu, otomotif, dan elektronik raksasa yang beroperasi di kawasan terintegrasi seperti Cikarang dan MM2100, seperti pabrik perakitan kendaraan global seperti Suzuki, Hyundai, dan Wuling.
Di bawah posisi Bekasi, Kabupaten Karawang menempati peringkat kedua dengan 5.721 proyek, disusul oleh Kabupaten Bogor sebanyak 4.949 proyek. Sisa wilayah dalam jajaran sepuluh besar secara berurutan ditempati oleh Kota Depok (1.711 proyek), Kabupaten Bandung (1.660 proyek), Kabupaten Cirebon (1.654 proyek), Kabupaten Purwakarta (1.185 proyek), dan Kota Bogor (839 proyek).
Secara keseluruhan, akumulasi proyek di sepuluh besar daerah ini menguasai porsi yang sangat dominan dari total seluruh proyek asing di Jawa Barat.
Mengapa Kabupaten Bekasi Jadi Magnet PMA Terbesar?
Ada beberapa alasan krusial mengapa para investor asing secara masif memilih Kabupaten Bekasi sebagai basis utama investasi mereka. Pertama, wilayah ini memiliki ekosistem kawasan industri terintegrasi terbesar di Asia Tenggara, seperti Cikarang dan MM2100, yang menawarkan kemudahan regulasi serta jaminan keamanan operasional.
Kedua, Bekasi didukung oleh konektivitas logistik yang sangat matang, mulai dari jaringan jalan tol berlapis, akses kereta cepat, hingga kedekatan geografis dengan pelabuhan utama Tanjung Priok dan hub logistik Jakarta. Kombinasi kesiapan infrastruktur dan ketersediaan lahan matang inilah yang membuat Kabupaten Bekasi jauh lebih unggul dibandingkan wilayah kota otonom sekitarnya.
Diketahui sepanjang Januari hingga September 2025, Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Bekasi mencatatkan angka sebesar Rp37,90 triliun. Melalui perputaran modal yang masif ini, sebanyak 55 ribu lebih tenaga kerja berhasil terserap ke dalam sektor formal.
Baca Juga: Negara dengan Investasi Tertinggi di Indonesia
Sumber:
https://opendata.jabarprov.go.id/en/dataset/jumlah-proyek-penanaman-modal-asing-berdasarkan-kabupatenkota-di-jawa-barat
Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor