Nasional

66% Puskesmas di Papua Pegunungan Tidak Punya Dokter, Tertinggi pada 2025

Sebanyak 66,67% puskesmas di Papua Pegunungan tidak memiliki dokter, bukti diperlukannya pemerataan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia.

66% Puskesmas di Papua Pegunungan Tidak Punya Dokter, Tertinggi pada 2025

Ilustrasi Dokter | jcomp/Magnific

Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan dan mengoordinasikan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif dengan mengutamakan promotif dan preventif di wilayah kerjanya.

Puskesmas memiliki fungsi penyelenggaraan pelayanan kesehatan primer di wilayah kerjanya. Artinya, puskesmas berperan sebagai kontak pertama pelayanan kesehatan masyarakat.

Peran vital puskesmas untuk melaksanakan pelayanan kesehatan perlu didukung oleh ketersediaan tenaga kesehatannya. Setiap puskesmas perlu memiliki minimal sembilan jenis tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Diperlukan adanya dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik (ATLM), tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian untuk memberikan layanan kesehatan yang lengkap untuk menunjang kesehatan masyarakat.

Namun, perlu disadari bahwa distribusi tenaga kesehatan tersebut belum merata di seluruh Indonesia. Masih banyak daerah dengan puskesmas yang tidak memiliki dokter.

Lulusan dokter terus bertambah setiap tahunnya, akan tetapi mayoritas dokter terkonsentrasi di kota besar atau wilayah yang ekonomi dan fasilitasnya sudah cukup maju, seperti di Pulau Jawa.

Akibatnya, cukup banyak puskesmas di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) mengalami kekosongan posisi dokter.

10 Provinsi dengan Persentase Puskesmas Tanpa Dokter Tertinggi 2025

66,67% Puskesmas di Provinsi Papua Pegunungan tidak memiliki dokter, bukti diperlukannya pemerataan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia.
66,67% Puskesmas di Provinsi Papua Pegunungan tidak memiliki dokter, bukti diperlukannya pemerataan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia | GoodStats

Baca Juga: 7 Provinsi Paling Padat Dokter Agustus 2026

Secara nasional, 96,26% puskesmas di Indonesia telah memiliki dokter. Namun, masih terdapat 3,74% puskesmas tanpa dokter, yang terkonsentrasi pada provinsi dalam kategori wilayah DTPK, terutama di Pulau Papua.

Seluruh provinsi di Pulau Papua mencatatkan persentase tinggi, membuktikan masih banyaknya puskesmas tanpa tenaga kesehatan yang lengkap, bahkan tanpa dokter.

Pada posisi teratas, 66,67% puskesmas di Papua Pegunungan tidak memiliki dokter. Menyusul pada urutan selanjutnya adalah Papua Tengah, di angka 33,07%.

Berikutnya Papua Selatan mencatatkan angka 24,71% puskesmas tanpa dokter, diikuti oleh Papua Barat Daya sebesar 24,37%.

Urutan selanjutnya masih ditempati oleh provinsi di Pulau Papua, yaitu Provinsi Papua dengan 12,20% puskesmas tanpa dokter dan Papua Barat dengan persentase sebesar 11,11%.

Kontras dan ketimpangan yang terjadi bahkan di dalam kawasan Pulau Papua menunjukkan ketidakmerataan distribusi tenaga kesehatan yang sangat nyata.

Dalam satu wilayah yang sama, persentase puskesmas tanpa dokter merentang dari yang terendah sebesar 11,11% hingga melambung tinggi mencapai 66,67%, terlihat perbedaan ekstrem hingga hampir enam kali lipat.

Hal ini menunjukkan bahwa tantangan pemerataan layanan kesehatan di daerah DTPK bukan hanya perihal ketersediaan dokter, melainkan juga tantangan fasilitas kesehatan secara utuh.

Akses transportasi yang belum cukup maju, keterbatasan konektivitas, serta belum optimalnya insentif dan jaminan kenyamanan bagi tenaga kesehatan menjadi faktor minimnya ketersediaan dokter di provinsi-provinsi tersebut.

Berikutnya pada posisi ketujuh, masih pada kategori DTPK adalah Nusa Tenggara Timur dengan 11,11% puskesmas tanpa dokter, diikuti Maluku di angka 7,47%, dan Maluku Utara sebesar 4,67%.

Menyusul pada posisi kesepuluh adalah Kalimantan utara yang mencatatkan angka 3,45% puskesmas tanpa dokter, sedikit lebih rendah dari persentase nasional.

Kemenkes Akui Banyak Puskesmas Tanpa Dokter

Per Juli 2026, Kemenkes sampaikan sekitar 400 dari total 10.300 puskesmas di Indonesia tidak memiliki dokter. Tidak hanya itu, rasio dokter nasional juga masih belum memenuhi standar World Health Organization (WHO).

Untuk menekan angka ketimpangan distribusi dokter, Kementerian Kesehatan merencanakan program penugasan khusus. Melalui program ini, Kemenkes akan mendayagunakan nakes melalui penempatan sembilan jenis tenaga kesehatan di Puskesmas.

Baca Juga: Antara Kesadaran yang Tumbuh dan Akses yang Tertinggal: Potret Optimisme Kesehatan Indonesia 2025

Sumber:

https://www.kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2025

Penulis: Adhwa Aqilla • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?