Nasional

38% Warga Solo Tinggal di Rumah Kontrakan, Tertinggi di Jawa Tengah

Sebanyak 38,05% rumah tangga di Surakarta tinggal di rumah kontrakan/sewa, tertinggi di Jawa Tengah pada 2025.

38% Warga Solo Tinggal di Rumah Kontrakan, Tertinggi di Jawa Tengah

Ilustrasi Rumah Kontrakan | Mahmur Marganti/Unsplash

Tidak semua masyarakat di Jawa Tengah memilih memiliki rumah sendiri. Bagi sebagian orang, menyewa rumah menjadi pilihan yang lebih praktis, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari daerah asal, bekerja, atau menempuh pendidikan di wilayah perkotaan.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 8,97% rumah tangga di Jawa Tengah tinggal di rumah kontrak/sewa. Beberapa wilayah mencatatkan angka yang lebih tinggi.

Kota Surakarta jadi daerah yang paling banyak ngontrak  di Jawa Tengah, proporsinya mencapai 38,05% rumah tangga. Kota Magelang menyusul dengan 35,75%, diikuti Kota Tegal (32,08%) dan Kota Pekalongan (27,59%). Daftar lima besar ditutup oleh Kota Semarang dengan 25,67% rumah tangga di sana yang tinggal di rumah kontrak/sewa.

Baca Juga: Kota Salatiga Puncaki Usia Harapan Hidup di Jawa Tengah 2025

Di bawahnya terdapat Kota Salatiga dengan proporsi mencapai 17,28%, disusul ketat oleh Kabupaten Tegal yang 16,44% rumah tangganya tinggal di rumah kontrak/sewa.

Daftar 10 besar wilayah di Jawa Tengah yang paling banyak ngontrak dilengkapi oleh Kabupaten Sukoharjo (12,58%), Kabupaten Klaten (12,04%), dan Kabupaten Pemalang (9,01%).

Sebaliknya, Kabupaten Grobogan jadi wilayah yang warganya paling minim tinggal di rumah kontrakan, yakni hanya sebanyak 3,31%, diikuti Kabupaten Wonogiri (3,38%), Kabupaten Wonosobo (3,80%), Kabupaten Semarang (4,06%), dan Kabupaten Cilacap (4,22%).

Vertical Housing Jadi Solusi

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyebutkan bahwa Pemkot Solo tengah berkomunikasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk penyediaan tempat tinggal bagi warga. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah vertical housing atau hunian bertingkat.

"Sedang kita canangkan, nanti dengan PT KAI. Jadi tunggu tanggal mainnya, solusinya tetap vertical housing. Kita sudah komunikasi dengan PT KAI untuk mewujudkan hal tersebut di Solo," ujarnya, Selasa (25/8/2026).

Rencana ini juga disebutnya sejalan dengan salah satu program pemerintah pusat.

“Aman, itu pas sekali dan sangat tepat dengan program tiga juta rumah Pak Presiden Prabowo," tegasnya.

Baca Juga: Kota Semarang Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Nusantara di Jawa Tengah 2025

Sumber:

https://jateng.bps.go.id/id/statistics-table/3/VmtsVFpXcGFWazR6WjNWQ1ZHbHljSFJLVm14d1FUMDkjMw==/distribusi-persentase-rumah-tangga-menurut-kabupaten-kota-dan-status-penguasaan-bangunan-tempat-tinggal-di-provinsi-jawa-tengah--2023.html?year=2025

Penulis: Agnes Z. Yonatan Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?