Musim kemarau panjang mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan. Kekeringan lahan dan sawah menurunkan hasil produksi sehingga terjadi puso.
Puso adalah kondisi ketika sawah tidak mengeluarkan hasil dan para petani tidak dapat menikmati panennya. Puso biasanya terjadi karena kerusakan yang disebabkan oleh organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan dampak perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, dan bencana iklim lainnya.
Baca Juga: Waspada! El Nino Bikin Kemarau 2026 Lebih Panjang, Ini Wilayah yang Terdampak
Provinsi Yang Mengalami Puso di Indonesia
Berikut 5 provinsi di Indonesia dengan puso terluas.
Jawa Tengah menjadi peringkat pertama dengan luas puso 15.860 hektare. Di urutan kedua ada Aceh dengan luas puso 10.031 hektare.
Berbeda jauh, Banten berada di urutan keempat dengan luas puso 485,75 hektare. Jawa Timur berada di urutan keempat dengan puso seluas 353,2 hektare. Sementara itu, Sulawesi Tenggara menutup top 10 dengan luas puso 167 hektare.
Baca Juga: 407 Kasus Kekeringan Tercatat Selama 5 Tahun Terakhir, Jawa Barat Paling Banyak
Cara Memitigasi Puso
Perubahan iklim memang tidak dapat dicegah, namun terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya puso.
- Pengelolaan dan Ketersediaan Air yang Memadai
Melakukan irigasi, pompanisasi, perpipaan, embung, dam parit, serta sumber alternatif lain merupakan langkah yang disarankan untuk menghadapi kekeringan. Bisa juga dilakukan teknik Alternate Wetting and Drying atau pengairan berselang untuk mengatur pemberian air supaya lebih terukur dan hemat tanpa menurunkan produktivitas.
- Atur Waktu dan Pola Tanam
Untuk mengantisipasi musim kemarau, dapat dilakukan percepatan tanam. Pola tanam perlu disesuaikan dengan ketersediaan air dan risiko iklim di wilayah tersebut.
- Pemilihan Varietas Sesuai Risiko Wilayah
Penggunaan varietas disesuaikan dengan karakter wilayah apakah rawan kekeringan atau rawan banjir.
- Bangun Sistem Peringatan Dini
Lakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan diri sehingga tindakan antisipasi dapat dilakukan sebelum kekeringan berdampak serius terhadap tanaman.
- Kendalikan Hama dan Penyakit
Banjir maupun kekeringan dapat meningkatkan risiko gangguan OPT. Gunakan varietas yang tahan OPT dan lakukan pengendalian hama serta penyakit.
Baca Juga: Pemerintah Targetkan Rehabilitasi 15 Ribu Ha Hutan dalam RAPBN 2027
Sumber: Hasil Riset GoodStats