14 Negara Kena Tarif Trump Terbaru per 1 Agustus, Ada Indonesia

Ke-14 negara, termasuk Indonesia, mendapat surat dari Trump terkait pemberlakuan tarif impor mulai 1 Agustus 2025. Indonesia masih sama, sebesar 32%.

14 Negara Kena Tarif Trump Terbaru per 1 Agustus, Ada Indonesia Ilustrasi Ekspor | Pexels
Ukuran Fon:

Mulai 1 Agustus 2025 mendatang, produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat akan dikenai tarif impor sebesar 32%, sebagai bagian dari kebijakan tarif timbal balik (reciprocal tariffs) yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump. Langkah ini dinilai sebagai strategi proteksionis AS untuk memperbaiki defisit perdagangan dan mendukung hasil dalam negeri. Namun bagi negara-negara dengan hubungan dagang kuat dengan AS, kebijakan ini membawa dampak serius.

Terbaru, Trump mengirim surat pada 14 negara pada Senin (7/7/2025) yang menegaskan pengenaan tarif impor. Surat ini ia bagikan dalam unggahan media sosial kepada pemimpin ke-14 negara tersebut, termasuk Indonesia.

Di antara 14 negara tersebut, empat negara dikenakan tarif yang sama seperti yang diumumkan April lalu, sedangkan delapan negara lain mendapat tarif yang lebih rendah dan dua lain malah dikenakan tarif lebih tinggi.

Meski begitu, AS ditulis mungkin mempertimbangkan penyesuaian tingkat tarif baru, tergantung hubungannya dengan negara tersebut. Ia turut menegaskan bahwa apabila terdapat negara yang membalas tarif tersebut, maka AS akan memberlakukan tarif yang lebih tinggi lagi.

Tarif impor yang diberlakukan Trump | GoodStats
Tarif impor yang diberlakukan Trump | GoodStats

Kamboja tercatat mengalami penurunan tertinggi, dari 49% ketika ditetapkan pada April 2025 menjadi 36% pada pengumuman Juli lalu. Sementara itu, tarif impor Laos juga turun dari 48% menjadi 40%.

Adapun dua negara yang dikenakan tarif lebih tinggi adalah Jepang dan Malaysia, yang sama-sama naik dari 24% menjadi 25%.

Indonesia sendiri masih kena tarif impor yang sama, sebesar 32%.

Per Kuartal I 2025 ini, AS menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia. Nilai ekspor untuk nonmigas mencapai US$7,3 miliar, kedua tertinggi setelah China. Nilai ini setara dengan 12% dari total ekspor nonmigas nasional.

Produk-produk Indonesia yang sering diimpor ke AS antara lain minyak sawit, mesin dan alat listrik, alat sinyal radio dan TV, ban karet mobil, udang beku, karet alam khusus, alas kaki olahraga, kardigan, sepatu bot, mainan, wadah plastik, aksesori komputer, perabotan kayu, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Dampak Tarif 32% Trump, Ekspor RI Berpotensi Rugi Rp164 T & Gelombang PHK Massal

Sumber:

https://truthsocial.com/@realDonaldTrump/114813864598173973

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/04/21/2423/ekspor-maret-2025-mencapai-us-23-25-miliar--naik-5-95-persen-dibanding-februari-2025--impor-maret-2025-senilai-us-18-92-miliar--naik-0-38-persen-dibanding-februari-2025-.html

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor

Konten Terkait

Potret Ketimpangan Perempuan dalam Partisipasi Kerja Indonesia

Tingkat partisipasi kerja perempuan masih tertinggal, sekitar 56%, dibanding laki-laki yang 84%. Keterlibatan perempuan di sektor formal juga rendah, baru 34%.

Ini Dia 10 Provinsi dengan Persentase Rumah Genting Tertinggi

Presiden Prabowo Subianto menyerukan program gentengisasi, baru 7 provinsi yang di atas rerata nasional.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook