Nasional

10 Sungai/Kanal Terpanjang di Jakarta, Ciliwung Nomor 1!

Ciliwung jadi sungai terpanjang di Jakarta, dengan panjang aliran mencapai 46,2 km.

10 Sungai/Kanal Terpanjang di Jakarta, Ciliwung Nomor 1!

Sungai Ciliwung di Halte Ancol | Irvan Cahyo N/Wikimedia Commons

Keberadaan sungai dan kanal memiliki peran penting dalam menopang kehidupan di suatu wilayah. Selain menjadi sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, aliran air juga berfungsi mendukung sanitasi, mengendalikan banjir, memperlancar sistem drainase, hingga menjadi sumber energi melalui pembangkit listrik. Berdasarkan asal terbentuknya, aliran air dibedakan menjadi sungai yang terbentuk secara alami dari hulu ke hilir dan kanal yang merupakan saluran buatan manusia.

Di Jakarta, keberadaan sungai dan kanal memiliki arti yang semakin penting mengingat tingginya kepadatan penduduk dan kerentanannya terhadap banjir saat musim hujan. Keduanya berfungsi sebagai jalur drainase yang menampung serta mengalirkan air hujan menuju laut, sehingga membantu mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman. Di samping itu, sungai dan kanal juga berkontribusi sebagai bagian dari ruang terbuka hijau (RTH) yang mendukung keseimbangan ekologi perkotaan.

Sungai/Kanal Terpanjang di Jakarta

Baca Juga: Sungai Purba Paparan Sunda Jadi "Jalur Tol" Manusia Purba ke Indonesia

Berdasarkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jakarta Tahun 2025-2029, dari 13 kanal/sungai yang ada di Jakarta, Ciliwung menjadi yang terpanjang dengan aliran mencapai 46,2 kilometer (km). Sungai ini memiliki luas 115,5 hektare (ha) dengan kedalaman 2,4 meter (m).

Sungai Ciliwung banyak digunakan untuk mendukung usaha perkotaan, mulai dari sumber air untuk kebutuhan domestik dan industri hingga sektor tulang punggung perikanan dan pertanian.

Peringkat kedua diraih oleh Kalibaru Timur dengan panjang aliran menyentuh 39,2 km. Luas permukaannya sebesar 39,3 ha dengan kedalaman 0,85 m. Sama seperti sungai Ciliwung, kanal Kalibaru Timur juga digunakan untuk menopang usaha perkotaan.

Di urutan ketiga terdapat Sungai Sunter dengan panjang sebesar 37,25 km dengan luas permukaan menyentuh 108 ha. Sungai ini juga digunakan untuk menopang usaha perkotaan Jakarta.

Daftar sungai/kanal terpanjang di Jakarta dilengkapi juga oleh Sungai Krukut (28,75 km), Cipinang (27,35 km), Kali Pesanggrahan (27,3 km), Kali Grogol (23,6 km), Banjir Kanal Timur (23 km), Cakung (20,7 km), dan Kali Cideng (17,8 km). Jika dijumlahkan, panjang kesepuluh sungai di atas mencapai 291 km.

Rawan Banjir

Jakarta memiliki tingkat kerawanan banjir yang tinggi, terutama saat musim hujan. Meluapnya sejumlah sungai besar sering memicu genangan di berbagai kawasan. Kondisi ini dipengaruhi oleh alih fungsi lahan di daerah rawan banjir yang tidak memperhatikan karakteristik alami aliran air, serta semakin luasnya permukaan kedap air seperti beton dan aspal yang mengurangi kemampuan tanah menyerap air hujan. Akibatnya, limpasan air di permukaan meningkat dan memperbesar risiko banjir.

Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah terus melakukan normalisasi sungai dan kanal, termasuk pengerukan sedimentasi serta pembersihan sampah dan limbah secara berkala. Langkah ini bertujuan memulihkan kapasitas tampung dan kelancaran aliran air sehingga fungsi sungai dan kanal sebagai sistem drainase perkotaan dapat berjalan lebih optimal.

Baca Juga: 10 Gedung Tertinggi di Jakarta, Autograph Tower Nomor 1!

Sumber:

https://lingkunganhidup.jakarta.go.id/publikasi/klhs

Penulis: Alifia Ayu Fitriana Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?