Paparan Sunda menunjukkan bahwa sejarah migrasi manusia Nusantara tidak hanya ditentukan oleh laut, tetapi juga oleh lanskap darat yang kini tersembunyi di bawah perairan.
“Sungai yang hilang” bisa menjadi petunjuk penting arkeologi karena jalur air purba biasanya dekat dengan sumber pangan, batuan alat, dan titik permukiman awal.