Seiring perkembangan kawasan perkotaan, pembangunan gedung bertingkat semakin banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Selain sebagai hunian, beberapa gedung juga dijadikan sebagai perusahaan, penginapan, sampai pusat perbelanjaan. Keterbatasan lahan di kota-kota besar mendorong pembangunan secara vertikal, sehingga lahirlah gedung-gedung pencakar langit dengan ketinggian mencapai ratusan meter.
Kota-kota dengan tingkat aktivitas ekonomi yang tinggi umumnya memiliki jumlah gedung bertingkat yang lebih banyak dibanding daerah lainnya. Sebut saja Jakarta, ibu kota Indonesia. Sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat bisnis nasional dan internasional, ibu kota Indonesia ini dipenuhi berbagai bangunan tinggi yang mendominasi lanskap perkotaan. Kehadiran gedung-gedung pencakar langit tersebut menjadi cerminan pesatnya perkembangan ekonomi dan bisnis di Jakarta.
Lalu, apa saja gedung tertinggi di Jakarta?
Baca Juga: Daftar Kota dengan Gedung Pencakar Langit Terbanyak di Dunia, Ada Jakarta?
Berdasarkan informasi dari situs The Skyscraper Center, Autograph Tower menjadi gedung tertinggi di Jakarta dengan ketinggian mencapai 382,9 meter. Gedung ini berdiri pada 2022 dengan 75 lantai dan berlokasi di kompleks Thamrin Nine, Jakarta Pusat. Autograph Tower sendiri menempati posisi ke-55 sebagai gedung tertinggi skala global.
Di ranking kedua, terdapat Green Energy Superblock Oasis Central Sudirman Tower 2 dengan ketinggian menyentuh 331 meter. Bangunan 75 lantai ini berlokasi di Jakarta Pusat.
Urutan ketiga diduduki oleh Indonesia-1 North Tower yang memiliki ketinggian 306 meter dengan 63 lantai. Di sisi selatan, terdapat gedung Indonesia-1 South Tower dengan ketinggian 303,5 meter. Sedikit berbeda dengan sisi utara, gedung ini memiliki 57 lantai. Kedua bangunan ini tengah dalam proses pembangunan dan diperkirakan rampung pada 2027.
Daftar gedung tertinggi di Jakarta berikutnya diisi oleh Luminary Tower (301,2 meter), Gama Tower (285,5 meter), Treasury Tower (279,5 meter), Green Energy Superblock Oasis Central Sudirman Tower 1 (276 meter), Jakarta Mori Tower (265,6 meter), dan Wisma 46 (261,9 meter).
Menariknya, Wisma 46 merupakan gedung pertama di Jakarta yang menyentuh ketinggian lebih dari 150 meter yang berdiri pada 1996 silam. Jakarta kini sudah banyak memiliki menara yang menyentuh ketinggian lebih dari 300 meter yang dikategorikan sebagai gedung "supertall".
Tentang Ranking
The Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) mengembangkan standar internasional untuk mengukur dan mendefinisikan bangunan tinggi. Tidak ada definisi absolut tentang “bangunan tinggi”. Definisinya bersifat subjektif, dipertimbangkan berdasarkan satu atau lebih dari kategori tinggi relatif terhadap konteks, proporsi, dan penggunaan teknologi yang relevan dengan bangunan tinggi.
Jika suatu bangunan dianggap relevan secara subjektif dengan satu atau lebih dari kategori di atas, maka bangunan tersebut dapat dianggap sebagai bangunan tinggi atau pencakar langit. Jumlah lantai bukan indikator yang tepat untuk mendefinisikan bangunan tinggi karena perbedaan ketinggian antarlantai antara bangunan dan fungsi yang berbeda. Bangunan dengan 14 lantai atau lebih dan atau tingginya lebih dari 50 meter (165 kaki), biasanya dapat digunakan sebagai ambang batas untuk "bangunan tinggi."
Baca Juga: Kota dengan Daya Tarik Tertinggi di Asia Pasifik 2026, Ada Jakarta!
Sumber:
https://www.skyscrapercenter.com/city/jakarta
Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor