10 Rute Penerbangan Internasional Favorit pada 2025

Rute Soetta-Singapura menjadi rute internasional terpadat sepanjang tahun 2025 dengan jumlah penumpang capai 3,67 juta.

10 Rute Penerbangan Internasional Favorit pada  2025 Ilustrasi Pesawat | Freepik
Ukuran Fon:

Perjalanan ke luar negeri dengan pesawat menjadi pilihan utama banyak orang karena kemampuannya menjangkau berbagai destinasi di seluruh dunia. Kemudahan ini membuat mobilitas antarnegara semakin praktis, baik untuk keperluan liburan, pekerjaan, maupun mendapatkan layanan kesehatan.

Jumlah penumpang pada rute penerbangan internasional juga dipengaruhi oleh minat wisatawan untuk mengeksplorasi dan melakukan sejumlah aktivitas menarik pada destinasi-destinasi tertentu di luar negeri yang gencar dipromosikan melalui media sosial.

Menurut buku profil edisi Desember 2025 yang dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, jumlah rute penerbangan internasional mencapai 155 rute, menghubungkan Indonesia ke 61 kota di luar negeri. Apabila ditinjau dari trafik lalu lintas, berikut rincian top 10 rute favorit penerbangan internasional per 31 Desember 2025.

10 Rute Favorit Penerbangan Internasional Tahun 2025 | GoodStats
10 Rute Penerbangan Internasional Terpadat Per 31 Desember 2025 | GoodStats

Baca Juga: Penumpang Penerbangan Internasional Indonesia Capai 1,8 Juta Januari 2026

Urutan pertama diisi oleh rute dari Soekarno-Hatta International Airport (Soetta) ke Singapura melalui Changi Airport dengan jumlah penumpang capai 3,67 juta, diikuti dengan rute dari Soetta ke Kuala Lumpur dengan 2,86 juta penumpang.

Rute terpadat di peringkat ketiga berangkat dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali menuju Singapura dengan total penumpang di angka 2,7 juta penumpang. Masih berangkat dari bandara yang sama, rute dari Ngurah Rai, Bali menuju Kuala Lumpur mencatat 1,72 juta penumpang sepanjang tahun 2025.

Posisi kelima diisi oleh rute yang berawalan dari Soetta menuju Jeddah melalui King Abdulaziz International Airport dengan jumlah penumpang capai 1,35 juta. Selanjutnya dengan total penumpang yang mencapai 1,15 juta menempatkan rute dari Ngurah Rai ke Melbourne, Australia di peringkat keenam.

Bergeser ke posisi berikutnya, rute dari Ngurah Rai ke Perth, Australia meraih 1,12 juta penumpang, disusul oleh rute Kualanamu– Kuala Lumpur dengan 1,05 juta penumpang.

Rute terpadat kesembilan berangkat dari Ngurah Rai menuju Sydney, Australia dengan jumlah penumpang mencapai 0,87 juta. Daftar pemeringkatan sepuluh besar ditutup oleh rute yang berangkat dari Soetta menuju Doha, Qatar dengan 0,8 juta penumpang.

Secara keseluruhan, rute menuju Kuala Lumpur memiliki permintaan yang cukup tinggi serta diberangkatkan dari bandara internasional yang tersebar di tiga kota yang berbeda. Hal ini menandakan bahwa mobilitas penumpang menuju destinasi tersebut tidak terpusat di satu wilayah, mencerminkan perkembangan konektivitas transportasi udara yang semakin merata.

Kemudian, grafik di atas juga menunjukkan adanya dominasi rute dari Bali menuju tiga kota di Australia. Hal tersebut mencerminkan bahwa Bali menjadi salah satu pusat utama penerbangan internasional, khususnya ke Australia.

Baca Juga: 10 Maskapai Penerbangan Terbaik di Dunia 2025

Sumber:

https://hubud.kemenhub.go.id/hubud/website/assets/file/publikasidjpu/f5a0cec53caf76a8cfa83bc98ad1f428.pdf

Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor

Konten Terkait

Melihat Pembagian Dana Keistimewaan DIY 2026 Berdasarkan Kabupaten/Kota

Pada tahun anggaran 2026, total keseluruhan dari Dana Keistimewaan DI Yogyakarta tercatat sebesar Rp1 triliun.

68% Gen Z Indonesia Tertarik Memulai Bisnis, Apa Kendala Terbesarnya?

Sebanyak 68% Gen Z punya rencana membuka bisnis dan 22% lainnya sudah menjalankannya. Namun, keterbatasan modal masih menjadi kendala utama bagi 60% responden.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook