Lembaga riset asal Prancis, Ipsos merilis survei terbaru bertajuk The Ipsos Mobility Report pada 1 April 2026. Survei ini bertujuan untuk menyelidiki opsi mobilitas yang digemari oleh masyarakat global dengan melibatkan 23.722 responden berusia sekitar 16-74 tahun dari 31 negara selama 21 November hingga 5 Desember 2025.
Ipsos menerangkan terdapat sejumlah moda transportasi favorit yang menjadi andalan bagi masyarakat global, seperti mobil, transportasi umum, sepeda motor, hingga berjalan kaki. Pemilihan berbagai moda transportasi tersebut sangat dipengaruhi oleh kebutuhan mobilitas harian, ketersediaan infrastruktur, hingga faktor biaya dan kenyamanan. Oleh karena itu, setiap negara memiliki kecenderungan penggunaan moda transportasi yang berbeda-beda.
Secara keseluruhan, sekitar 25% responden mengandalkan transportasi umum sebagai moda transportasi utama mereka. Faktor lingkungan jadi alasan utama. Apabila ditinjau dari kelompok usia, Gen Z paling mendominasi penggunaan transportasi umum karena alasan lingkungan dengan perolehan sebanyak 48%.
Negara Paling Gemar Jalan Kaki dan Bersepeda
Baca Juga: Riset Ipsos: Indonesia Jadi Negara Paling Tertarik Mengendarai Mobil Listrik
Dari hasil survei tersebut, Afrika Selatan menjadi negara yang paling setuju dengan pernyataan mengenai preferensi moda transportasi berupa jalan kaki dan bersepeda untuk mendukung gaya hidup aktif. Adapun, capaiannya sebesar 72%.
Memastikan tubuh agar tetap aktif juga merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup. Dengan rutin bergerak, ada sejumlah manfaat yang bisa diperoleh tubuh, seperti daya tahan yang lebih baik dan suasana hati yang lebih stabil.
Peringkat selanjutnya diisi oleh Meksiko dan Peru dengan capaian masing-masing sebesar 71%. Meski terkenal sebagai negara dengan infrastruktur transportasi umum yang memadai di Asia Tenggara, Singapura mengamankan peringkat keempat dengan 70% dalam daftar.
China dan Tailan juga menyusul di peringkat selanjutnya dengan capaian masing-masing sebesar 69%. Tidak jauh berbeda berbeda, Chili menempati posisi ketujuh dengan memperoleh 66%. Lebih lanjut, Turki, India, dan Belanda tercatat sama-sama meraih 65%.
Bagaimana dengan Indonesia?
Dalam daftar pemeringkatan yang disusun oleh Ipsos, Indonesia bertengger di peringkat ke-13 dengan capaian sebesar 65%. Menariknya, survei ini juga menyoroti bahwa moda transportasi favorit responden asal Indonesia adalah sepeda motor.
Sejalan dengan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2025, jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai 145,24 juta unit, naik 5,79 juta dari tahun sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan bahwa sepeda motor menjadi andalan utama bagi masyarakat Indonesia karena sejumlah faktor, termasuk harga yang terjangkau dan fleksibilitas dalam menjangkau berbagai area, terlebih apabila melewati jalan-jalan sempit.
Adapun, provinsi dengan jumlah sepeda motor terbanyak di Indonesia adalah Jawa Barat dengan capaian sekitar 24,26 juta unit.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Jumlah Sepeda Motor Terbanyak 2025
Sumber:
https://resources.ipsos.com/rs/297-CXJ-795/images/Ipsos-Mobility-monitor-2026.pdf?version=0&aliId=eyJpIjoiMnlpdW1aVzNlZU1LN3lIRyIsInQiOiJlc0huWUxidDVwczg1MlBQNzd4bWtRPT0ifQ%253D%253D
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor