Tahun 2025 menjadi panggung penting bagi musik Indonesia di platform digital. Pergeseran selera pendengar yang semakin beragam ditambah ledakan karya kolaboratif lintas daerah dan genre membuat persaingan di YouTube semakin dinamis.
Lagu-lagu yang semula hanya populer di komunitas tertentu kini mampu menembus arus utama berkat kekuatan media sosial dan kreativitas musisi independen. Fenomena itu kembali tampak dalam daftar lagu yang paling sering diputar di YouTube Indonesia per 15 November 2025. Berikut ini rangkuman performa sepuluh lagu teratas yang paling banyak diputar.
Dari data YouTube Charts, puncak daftar ditempati “TABOLA BALE” milik SILET OPEN UP, Jacson Zeran, Juan Reza & Diva Aurel, yang mencatat 19,8 juta pemutaran, selisih yang sangat jauh dari pesaing lainnya.
Di posisi kedua terdapat “Orang Baru Lebe Gacor” dari Ecko Show, Juan Reza & CHESYLINO dengan 6,7 juta pemutaran, disusul “Ngapain Repot” oleh Toton Caribo, Wizz Baker & Fresly Nikijuluw yang menorehkan 6,46 juta.
Adapun urutan berikutnya diisi oleh “Alamak” (Rizky Febian & Adrian Khalif) dengan 6.44 juta pemutaran, “Sabar” (Silvy Kumalasari feat. Sadewok) dengan 5.51 juta tayangan, dua lagu dari KPop Demon Hunters yang berjudul “Golden” dengan jumlah 5.23 juta pemutaran dan “Soda Pop” yang berjumlah 3.04 juta pemutaran.
Selanjutnya lagu “Stecu Stecu” oleh Faris Adam dengan jumlah tayangan 2.86 juta, “MANGU” (Fourtwnty feat. Charita Utami) dengan 2.82 juta pemutaran, dan yang terakhir “bergema sampai selamanya” dari Nadhif Basalamah memperoleh 2.62 juta pemutaran.
Pola konsumsi musik masyarakat memperlihatkan dominasi lagu kolaborasi dan warna musik urban pop yang kuat. Sejumlah nama baru bersaing ketat dengan musisi mapan, menghadirkan persaingan angka pemutaran yang cukup mencolok.
Menariknya, tren musik Indonesia tahun 2025 kini didominasi oleh lagu-lagu bertema dan berlatar budaya timur. Banyak musisi menghadirkan nuansa tradisional, bahasa daerah, dan ritme khas lokal dalam karya mereka, sekaligus dipadukan dengan sentuhan pop dan elektronik modern. Perpaduan ini tidak hanya menarik minat penikmat musik domestik, tetapi juga memperluas jangkauan ke audiens digital yang lebih global.
Etnomusikologi sekaligus pengajar dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPR) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr. Aton Rustandi Mulyana, M.Sn., menyampaikan bahwasanya ada beberapa faktor yang menyebabkan lagu Indonesia Timur menjadi popular, di antaranya adanya kesadaran kultural anak muda Indonesia Timur terkait identitas budayanya yang terlihat dari isi dan pesan lirik lagu-lagu yang dibuat oleh mereka.
Faktor lain yang membuat lagu timur populer adalah kemampuan adaptif anak muda yang turut ikut dalam dinamika musik populer.
"Keragaman dan perbedaan genre musik tidak menjadi batas atau hambatan kreativitas, melainkan menjadi sarana memadukan genre musik yang beragam," lanjut Anton (6/10/2025), mengutip Kompas.
Baca Juga: Dua Minkggu Rilis, "Hati-Hati di Jalan" Jadi Lagu Paling Laris di Album Terbaru Tulus
Sumber:
https://charts.youtube.com/charts/TopSongs/id/weekly
Penulis: Prayogi Hadi Santoso
Editor: Editor