Krisis Energi Melanda, Bagaimana Pendapat Publik RI Terkait Kebijakan WFH?
Nasional • 16 April 2026Berdasarkan survei Populix, mayoritas responden menginginkan kebijakan yang jelas dan konsisten dengan capaian sebesar 37%.
Berdasarkan survei Populix, mayoritas responden menginginkan kebijakan yang jelas dan konsisten dengan capaian sebesar 37%.
WFH Jumat untuk ASN bukan sekadar efisiensi, tetapi respons cepat terhadap tekanan global, sekaligus uji coba menjaga produktivitas sambil menekan biaya operasi
Sentimen publik terhadap krisis BBM didominasi netral (47,1%) dan positif (44,5%), dengan dukungan pada stabilitas BBM dan kebijakan WFH
Sentimen publik soal krisis BBM dan rencana WFH di media sosial X didominasi positif (38,6%), dengan dukungan pada penghematan energi
Lebih dari setengah responden global bekerja secara tradisional di kantor (WFO)
5 dari 8 tanggapan terkait kerja remote menunjukkan kecemasan para pekerja. Salah satunya, 18,2% meragukan produktivitas pekerja saat kerja remote
Metode bekerja dari rumah ternyata memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Lantas, bagaimana cara mengatasi masalah ini?
Dalam laporan survei Jakpat terhadap 612 responden yang bekerja, ditemukan bahwa sebanyak 34% Gen Z di Indonesia lebih memilih bekerja secara WFA.
Tren Work From Home (WFH) meningkat saat berada dalam situasi pandemi. Pembatasan ruang publik membuat semua pekerjaan harus dilaksanakan secara online.
Sejumlah perubahan tren dalam bekerja terjadi selama masa pandemi Covid-19 di mana bekerja di luar kantor baik di rumah maupun tempat lainnya menjadi populer.
Merilis laporan CISCO, metode kerja hybrid telah mampu meningkatkan kualitas kerja karyawan di dalam negeri hingga 56,4 persen.
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook