Selamatkan Bumi Jadi Alasan 65% Publik RI Hemat Energi
Sosial • 25 Mei 2026Upaya menyelamatkan bumi (65%) menjadi alasan utama publik RI menganut gaya hidup berkelanjutan, disusul tren decluttering (53%) dan memangkas pengeluaran (53%)
Upaya menyelamatkan bumi (65%) menjadi alasan utama publik RI menganut gaya hidup berkelanjutan, disusul tren decluttering (53%) dan memangkas pengeluaran (53%)
TPST Bantar Gebang sudah overload dan tidak menerima sampah campur mulai Agustus 2026. Apa yang harus dilakukan oleh warga?
Sebesar 59,05% sampah di Jawa Barat bersumber dari rumah tangga, sisanya bersumber dari pasar (8,58%) hingga perniagaan (6,18%)
Membawa kantong belanja ramah lingkungan menjadi upaya mengurangi penggunaan plastik yang paling populer menurut publik RI, dilakukan oleh 71% responden
Sebanyak 40,77% sampah di Indonesia pada 2025 berasal dari sisa makanan
KLHK mencatat total sampah Indonesia pada 2025 mencapai 25,14 juta ton, dengan 40,76% di antaranya merupakan sisa makanan.
SIPSN mencatat timbulan sampah Indonesia 2025 mencapai 24,8 juta ton per tahun, terbanyak bersumber dari rumah tangga.
Pembakaran sampah jadi sumber utama mikroplastik polimer di udara, dengan kontribusi mencapai 55,5% pada 2025
Sebanyak 59,64% anak muda tidak memilah sampah mereka, hanya sekitar 30,02% yang secara aktif melakukan pemilahan sampah
Reward poin jadi inisiatif utama brand untuk mendorong konsumen berkontribusi memilah sampah kemasan PCC.
Rumah tangga menjadi penyumbang sampah terbesar di Indonesia, mencapai 46,31% dari total sampah nasional pada 2024.
Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dapat menjadi salah satu cara mengurangi timbulan sampah. Namun, perwujudannya masih menghadapi tantangan.
Kinerja pengelolaan sampah Indonesia ada di peringkat terakhir kawasan ASEAN pada 2024, dengan skor 26,7.
Menurut GoodStats, 39,2% publik sudah memiliki inisiatif untuk mengelola sampah makanan semampunya. Pemerintah juga lakukan hal serupa dalam program MBG
Survei GoodStats menyebutkan sebanyak 88,9% publik sadar pengelolaan sampah adalah tanggung jawab masyarakat, namun kejadian di lapangan menyatakan sebaliknya
Data menunjukkan timbulan sampah nasional berada di angka 56,6 juta ton pada 2025.
Greenmatch mencatat 10 negara penyumbang sampah laut terbesar di dunia datang dari Asia.
Kota Yogyakarta terus bergerak maju dalam membenahi persoalan sampah dengan pendekatan yang lebih terdesentralisasi dan partisipatif. Melalui pembersihan titik
Sayangnya, kenaikan volume sampah ini tidak dibarengi dengan kemampuan pengelolaannya, yang diprediksi turun menjadi hanya 9% pada 2045.
Emisi gas rumah kaca dari limbah padat mencapai 40 ribu Gg CO₂ pada 2024, terus meningkat dari tahun ke tahun.
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.