Warga DIY Masih Setia Mendengarkan Radio, Tertinggi Ke-2 di Indonesia

Sebanyak 18,54% warga DI Yogyakarta berusia di atas 10 tahun tercatat masih setia mendengarkan radio.

Warga DIY Masih Setia Mendengarkan Radio, Tertinggi Ke-2 di Indonesia Ilustrasi penduduk Yogyakarta mendengarkan radio | AI Generated
Ukuran Fon:

Di tengah pesatnya perkembangan platform digital dan layanan streaming, radio ternyata masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia.

Hal ini terlihat dari data terbaru yang menunjukkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati posisi kedua nasional dalam hal persentase penduduk yang masih mendengarkan radio.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 18,54% warga DIY berusia di atas sepuluh tahun tercatat masih mendengarkan radio.

Bali-DI Yogyakarta Paling Demen Mendengarkan Radio

Angka ini menempatkan DIY di bawah Bali yang berada di posisi pertama dengan 23,64%, sekaligus mengungguli provinsi lain seperti Papua Pegunungan (15,71%), Papua (13,49%), Jawa Timur (12,7%), Jawa Tengah (12,65%), hingga DKI Jakarta (12,63%).

Jika dilihat secara nasional, tren mendengarkan radio memang mengalami penurunan. Saat ini, hanya sekitar 9,04% penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun yang mendengarkan radio dalam seminggu terakhir.

Angka ini turun sekitar 4,27% dibandingkan enam tahun sebelumnya, yang berarti terdapat perubahan perilaku konsumsi media di masyarakat tanah air.

Meski begitu, DI Yogyakarta justru masih menunjukkan tingkat keterikatan yang relatif tinggi terhadap radio. Fenomena ini tidak lepas dari karakteristik masyarakatnya yang dikenal memiliki apresiasi dan budaya literasi yang baik.

Masih Dipakainya Radio Untuk Mengusir Kebosanan

Menurut survei GoodStats, motif terbesar seseorang masih mendengarkan radio adalah untuk mengusir kebosanan atau kesepian, dengan persentase mencapai 73,4%. Itu berarti radio tidak hanya berfungsi sebagai sumber hiburan, tetapi juga sebagai teman yang menemani aktivitas sehari-hari.

Selain itu, 37,8% responden menyebut radio sebagai sarana untuk mendapatkan informasi. 

Ke depan, tantangan bagi radio adalah bagaimana beradaptasi dengan ekosistem digital tanpa kehilangan identitasnya sebagai media yang pernah sangat dekat dan mudah diakses oleh semua kalangan.

Baca Juga: Ini Dia 10 Provinsi dengan Persentase Rumah Genting Tertinggi

Penulis: Pierre Rainer
Editor: Editor

Konten Terkait

Sentimen Publik terhadap Mens Rea di Netflix: Antara Satir Politik dan Kontroversi Etika

Acara Mens Rea di Netflix memicu debat panas, dari pujian keberanian hingga kritik etika publik.

5 Ancaman Global Terbesar 2025, Hoaks Paling Ditakuti

Penyebaran hoaks menjadi ancaman terbesar menurut publik global, disusul krisis ekonomi dan terorisme.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook