Beberapa waktu lalu Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh pihak untuk melaksanakan program gentengisasi. Program ini bermaksud untuk menjadikan rumah-rumah di Indonesia beratap genting, karena disebut lebih baik dan nyaman untuk rumah residensial tanah air.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center Bogor, Senin (2/2/2026).
"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi," kata Prabowo kepada hadirin.
Prabowo menyebut bahwa jika atap rumah tinggal terbuat dari bahan lain seperti seng, maka suhu rata-rata rumah tersebut menjadi lebih panas. Terlebih, Prabowo menyebut bahwa atap seng sangat mudah berkarat.
Prabowo menargetkan proses pengubahan rumah beratap seng menjadi genting tanah liat dalam kurun waktu tiga tahun.
Hal ini mendapat tanggapan dari Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik UGM Ashar Saputra. Menurutnya, program gentengisasi belum cocok diterapkan serempah di seluruh area, karena beberapa wilayah di Indonesia memiliki karakteristiknya sendiri.
"Di daerah pegunungan yang dingin, justru dibutuhkan rumah yang bisa memanen panas matahari agar bagian dalamnya hangat. Di situ, penggunaan seng bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai," kata Ashar dalam CNN Indonesia (7/2/2026).
Baca Juga: 54% Publik RI Sudah Lunasi Rumah Sendiri
DI Yogyakarta Teratas dalam Rumah Genting
Dalam unggahan Jogjastats, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa 55,86% rumah di Indonesia telah beratap genting. Terdapat tujuh provinsi yang telah melebihi angka nasional tersebut.
Adapun jawaranya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan persentase nyaris sempurna, mencapai 94,38%. Warga Jogja memang lebih memprioritaskan penggunaan atap genting. Hal ini bisa dilihat pada citra satelit berbagai pemukiman di provinsi ini.
Peringkat kedua diisi oleh Jawa Timur dengan 91,56%, sementara peringkat ketiga diisi oleh Jawa Tengah dengan 86,35%.
Provinsi luar Pulau Jawa yang masuk dalam daftar teratas adalah Lampung. Provinsi yang dulunya pernah menjadi tujuan utama program transmigrasi ini mencatatkan persentase rumah genting sebesar 84,93%.
Posisi berikutnya diisi Jawa Barat (82,01%), Banten (78,05%), dan Bali (77,91%). Di sisi lain, wilayah seperti Sumatra Selatan (52,89%), Nusa Tenggara Barat (48,81%), dan DKI Jakarta (38,01%) menunjukkan angka yang lebih rendah dari angka nasional.
Adapun selain genting, bahan atap rumah lain yang biasa digunakan oleh orang Indonesia biasanya berupa beton, seng, asbes, bambu, kayu, jerami, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Utamakan Kenyamanan, Publik Indonesia Pilih Lokasi Bagus Sebelum Beli Rumah 2025
Penulis: Pierre Rainer
Editor: Editor