Update Terbaru: Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini 18 Juni 2026, Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Emas Antam tetap kokoh sebagai safe haven. Hari ini, pecahan 0,5 gram dibanderol Rp1.401.500, sementara ukuran 1 kg mencapai Rp2.643.600.000.

Update Terbaru: Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini 18 Juni 2026, Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg Ilustrasi Emas | Robert Lens/Pexels
Ukuran Fon:

Harga emas batangan Antam hari ini, pada Kamis (18/6) masih terpantau di angka yang cukup tinggi dan relatif stabil. Melansir dari situs resmi Logam Mulia, emas Antam seberat 1 gram kini dibanderol seharga Rp2.703.000 (belum termasuk pajak). Hal ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia karena di tengah ketidakpastian ekonomi nasional maupun global, emas tetap menjadi aset safe haven yang aman.

Harga emas yang relatif stabil ini tentunya tak lepas dari berbagai faktor ekonomi dan geopolitik global. Pergerakan rupiah terhadap dolar yang fluktuatif pun juga tidak bisa dihiraukan begitu saja. Walaupun demikian, para investor masih berlomba-lomba untuk menyimpan kekayaannya dalam bentuk aset emas untuk menjaga nilainya dalam jangka panjang.

Baca Juga: Investasi Jangka Panjang untuk Gen Z, Emas Jadi Pilihan Terpopuler

Harga Emas Antam Hari Ini, Kamis 18 Juni 2026

Harga Emas Antam Hari Ini, 18 Juni 2026
Harga Emas Antam Hari Ini, 18 Juni 2026 | GoodStats

Melihat daftar harga terbaru dari Logam Mulia, emas Antam seberat 1 gram kini berada di angka Rp2.703.000. Untuk ukuran yang lebih kecil sebesar 0,5 gram, emas Antam dibanderol seharga Rp1,401,500. Sementara itu, satu tingkat di atasnya, ukuran 2 gram, berada di level Rp5.346.000.

Bagi masyarakat yang mengincar ukuran menengah, emas Antam 3 gram dijual seharga Rp7.994.000, dan untuk pecahan 5 gram dijual di angka Rp13.290.000. Sementara itu, untuk ukuran 10 gram berada di level Rp26.525.000.

Bagi para investor yang ingin membeli emas dengan bobot yang lebih berat, tersedia ukuran 25 gram seharga Rp66.187.000, ukuran 50 gram seharga Rp132.295.000, dan untuk ukuran 100 gram berada di angka Rp264.512.000.

Sementara itu, untuk emas Antam yang berukuran besar, berat 250 gram dipasarkan di harga Rp661.015.000, sedangkan untuk ukuran 500 gram berada di level Rp1.321.820.000. Untuk ukuran yang terbesar, yaitu 1.000 gram atau 1 kilogram, berada di angka yang cukup fantastis di level Rp2.643.600.000.

Faktor Penentu Naik Turunnya Harga Emas

Melihat grafik pergerakan harga emas akhir-akhir ini, perubahan yang terjadi tentunya tidak terlepas dari berbagai faktor internal maupun eksternal. Faktor-faktor ini meliputi kondisi ekonomi negara, tren di kalangan masyarakat, dan juga eskalasi kondisi global.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan naik turunnya harga emas adalah kondisi ekonomi dan geopolitik global. Saat terjadi konflik yang menegangkan, ancaman resesi, ataupun ketidakpastian ekonomi, para investor cenderung mengalihkan dana mereka ke dalam bentuk aset yang dianggap lebih aman seperti emas.

Selain itu, hukum penawaran dan permintaan (supply and demand) terhadap aset emas juga berperan penting. Ketika permintaan terhadap emas di tengah masyarakat semakin tinggi, maka harganya juga akan semakin menguat. Sebaliknya, apabila minat beli cenderung menurun, harga emas perlahan akan ikut melemah.

Faktor lain yang tak kalah krusial adalah kebijakan moneter Amerika Serikat, khususnya keputusan The Fed terkait suku bunga. Kebijakan ini kerap menjadi acuan pasar global karena penurunan suku bunga biasanya membuat instrumen non-bunga seperti emas menjadi jauh lebih menarik dibanding aset berbasis dolar AS.

Oleh karena itu, karena banyaknya faktor yang memengaruhi pergerakan ini, investor disarankan tidak hanya fokus pada harga harian saja, melainkan juga peduli akan kondisi ekonomi global. Memantau situasi terkini secara berkala akan sangat membantu para investor untuk menentukan momentum terbaik kapan sebaiknya menjual (buyback) maupun membeli emas Antam.

Baca Juga: Emas Masih Jadi Investasi Populer Publik Indonesia

Sumber:

https://www.logammulia.com/id/harga-emas-hari-ini

Penulis: Fadhlan Firdaus Syafrudin
Editor: Editor

Konten Terkait

DI Yogyakarta Jadi Provinsi Paling Padat Profesor di Pulau Jawa 2025

Terdapat 29,43 profesor per 100.000 penduduk DI Yogyakarta, tertinggi di Pulau Jawa pada 2025.

Prakiraan Cuaca Jabodetabek 12–13 Juni 2026: Jakarta Selatan Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

BMKG memprediksi cuaca Jabodetabek 12–13 Juni 2026 didominasi berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa wilayah.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan SSO GNFI Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook