Traveling kini menjadi salah satu aktivitas yang banyak diminati, baik untuk berlibur, bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjelajahi tempat-tempat baru. Lebih dari sekadar perjalanan, aktivitas ini sering dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman hidup dengan mengenal budaya lokal, tradisi, hingga ragam kuliner khas suatu daerah.
Bentuk traveling pun beragam, mulai dari solo traveling, backpacking, staycation, hingga perjalanan bisnis. Selain menambah wawasan, traveling juga dinilai mampu meningkatkan kualitas diri, membangun kemandirian, serta menjadi cara efektif untuk melepas penat dan menyegarkan pikiran dari rutinitas sehari-hari.
Penduduk Jakarta yang Paling Sering Bepergian
Baca Juga: Jakarta Selatan Jadi Kota dengan Pengeluaran Terbesar di Indonesia 2025
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta Selatan jadi wilayah di DKI Jakarta yang paling sering bepergian, dengan jumlah perjalanan menyentuh 2,14 juta pada April 2026. Jakarta Timur dan Jakarta Barat menempati urutan kedua dan ketiga dengan capaian masing-masing sebesar 2,07 juta dan 2,05 juta perjalanan.
Tingginya perjalanan dari ketiga wilayah di atas tidak terlepas dari jumlah penduduknya yang lebih besar, padatnya aktivitas ekonomi, beragamnya akses mobilitas publik, serta berbagai wisata yang ditawarkan.
Di Jakarta Selatan dapat dijumpai Blok M dan kebun binatang Ragunan dan di Jakarta Timur ikonik dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta Monumen Pancasila Sakti (Lubang Buaya). Sementara itu, Jakarta Barat memiliki kawasan Kota Tua dengan Museum Fatahillah yang terkenal.
Selain sebagai destinasi wisata, ketiga wilayah ini juga menjadi pusat aktivitas di Jakarta. Tingginya tingkat mobilitas masyarakat baik untuk bekerja, belajar, ataupun bepergian turut berkontribusi terhadap besarnya jumlah perjalanan pada periode tersebut.
Sementara itu, di posisi keempat terdapat Jakarta Utara dengan 1,44 juta perjalanan, disusul Jakarta Pusat (1,02 juta perjalanan) dan Kepulauan Seribu (11,83 ribu perjalanan).
Terdapat selisih yang cukup mencolok pada Kepulauan Seribu. Hal ini dilatarbelakangi oleh karakteristik geografisnya yang membuat mobilitas masyarakat setempat tidak bisa disetarakan sepenuhnya dengan kota-kota Jakarta lainnya.
Secara keseluruhan, mobilitas penduduk Jakarta per April 2026 masih berpusat pada wilayah dengan jumlah penduduk dan tingkat aktivitas yang tinggi. Peran transportasi juga penting dalam mendukung perjalanan masyarakat perkotaan. Kebutuhan akan sistem transportasi yang terintegrasi bakal meningkat seiring dengan bertambahnya mobilitas masyarakat dalam suatu wilayah.
Baca Juga: Jakarta Masuk Jajaran Kota dengan Transum Terbaik di Dunia
Sumber:
https://jakarta.bps.go.id/id/publication/2026/06/05/3bf2957bae4a6a12b6f1460d/berita-resmi-statistik-provinsi-dki-jakarta-juni-2026.html
Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor