Tarif Borobudur To The Moon, Apa Alasannya?

Perlu kita ketahui bersama, harga tiket yang mencapai Rp750.000 per orang itu bukanlah tiket masuk, melainkan tiket naik ke atas Candi Borobudur.

Tarif Borobudur To The Moon, Apa Alasannya? Tsnia/Shutterstock

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan kabar bahwa tiket masuk Candi Borobudur bakal naik drastis hingga berkali-kali lipat.

Pengunjung harus merogoh kocek yang lebih dalam jika ingin naik menikmati maha karya candi yang sempat masuk 7 keajaiban dunia ini.

Selama ini, Candi Borobudur merupakan tempat wisata yang kini berada di bawah pengelolaan BUMN pariwisata, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) menerapkan tiket di bawah Rp100 Ribu.

Lewat postingan di akun instagram pribadinya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, akan menerapkan harga tiket masuk atau karcis sebesar Rp750 ribu untuk wisatawan lokal.

Kemudian tiket masuk akan naik menjadi 100 dollar AS (sekitar Rp1,4 juta) untuk turis mancanegara yang hendak pelesir ke kawasan Candi Borobudur.

Kebijakan diklaim demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya Nusantara. selain menerapkan tarif yang lebih mahal,  pengunjung Candi Borobudur juga akan dibatasi. Setiap harinya, pengunjung di kawasan Candi Borobudur dibatasi sebanyak 1.200 orang.

Perlu kita ketahui bersama, harga tiket yang mencapai Rp750.000 per orang itu bukanlah tiket masuk, melainkan tiket naik ke atas Candi Borobudur.

Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria menyebut tiket masuk Candi Borobudur tak berubah. "Jangan keliru dengan tiket masuk Borobudur, ya. Tiket masuk tetap, tetapi tiket naik ke candi yang dirubah dalam rangka membatasi," kata Dony kepada Kompas.com, Minggu (5/6/2022).

Adapun Juru Bicara Menko Maritim dan Investasi, Jodi Mahardi beralasan bahwa kenaikan tarif yang direncanakan sejatinya berdasarkan pada kondisi Candi Borobudur saat ini.

"Tarif yang direncanakan seperti yang digambarkan dilakukan dengan dasar karena kondisi candi yang sudah mengalami pelapukan. Tarif dan pembatasan ini nantinya berlaku untuk wisatawan yang akan menikmati naik ke atas Candi Borobudur. Pemerintah membuat ini semata-mata agar menjaga statusnya sebagai cagar budaya maka pemerintah kemudian melakukan hal tersebut," tandas Jodi, Minggu (5/6/2022).

Ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk merawat candi di wilayah tersebut. 

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan kebijakan ini diambil berdasarkan rekomendasi dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan banyak pakar. Utamanya untuk menjaga bangunan candi.

Tarif naik to the moon lazimnya harus seimbang dengan peningkatan fasilitasnya, dong.

Nah, kabarnya pemerintah berencana menggelontorkan dana sebesar Rp6,8 triliun untuk kawasan Candi Borobudur. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mempercantik kawasan tersebut.

Adapun dana yang sudah disiapkan nantinya diperuntukkan untuk penataan kawasan candi Borobudur, mulai dari penataan tanah hingga penataan kabel listrik.

"Budget kita usulkan, Rp6,8 triliun untuk penataan ini semua. Tanah kita beresin, penetapan, lampu kabel gak ada lagi boleh di atas. Ini harus dilakukan, karena sekarang Indonesia jadi negara yang leading dalam masalah energi hijau ini," ujar Luhut, mengutip CNBC Indonesia.

Dia pun berharap agar semua pihak dapat bekerja sama dalam mensukseskan rencana tersebut. Apalagi saat ini Indonesia dalam konteks menjadi tuan rumah G20, sehingga permasalahan lingkungan menjadi perhatian yang cukup serius.

Penulis: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya 7 Negara dengan Cadangan Tembaga yang Berlimpah, Indonesia Termasuk?
Artikel Selanjutnya Hening, Inilah 10 Kota Paling Sepi di Indonesia