Nasional

Tanjung Priok Teratas, Ini Pelabuhan dengan Angkutan Barang Terbanyak pada Awal 2026

Bagaimana perkembangan barang angkutan laut dalam negeri pada 2026? Simak pelabuhan dengan volume barang terbesar serta perubahan angkutannya.

Tanjung Priok Teratas, Ini Pelabuhan dengan Angkutan Barang Terbanyak pada Awal 2026

Ilustrasi Pelabuhan di Jakarta Utara I Tom Fisk/Pexels

Pelabuhan di Indonesia setiap hari mengangkut ribuan kilo barang untuk dikirimkan ke wilayah lain baik secara regional maupun internasional. Berikut 5 pelabuhan dengan barang angkutan terbanyak periode Juli 2026.

Pelabuhan Mana yang Mengangkut Barang Laut Terbanyak pada Juli 2026?

Tanjung Priok jadi pelabuhan dengan barang angkutan terbanyak pada Januari-Juli 2026.
Tanjung Priok jadi pelabuhan dengan barang angkutan terbanyak pada Januari-Juli 2026.

Pelabuhan Tanjung Priok berada pada peringkat pertama sebagai pelabuhan dengan barang akngkut terbesar yaitu sebesar 10.306 ribu ton pada periode Januari hingga Juli 2026. Di periode yang sama, pelabuhan Tanjung Perak berada pada urutan kedua dengan jumlah barang angkut 8.532,3 ribu ton.

Peringkat ketiga ditempati oleh pelabuhan Makassar dengan jumlah barang 2.755,6 ribu ton. Pelabuhan Panjang berada pada peringkat keempat dengan 1.120,3 ribu ton barang. Pelabuhan Balikpapan berada pada peringkat kelima dengan jumlah barang 682 ribu ton.

Baca Juga: 10 Negara dengan Armada Laut Terbanyak 2026, Ada Indonesia?

Pelabuhan Mana yang Angkutan Barangnya Paling Banyak Tumbuh pada 2026?

Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, rata-rata lima pelabuhan tersebut mengalami kenaikan jumlah barang angkutan. Tanjung Priok naik dari 11,46 persen. Tanjung Perak pada tahun sebelumnya mengangkut 7.753,9 ribu ton barang dan mengalami kenaikan 10,04 persen pada 2026.

Pelabuhan Makassar mengalami kenaikan 7,46 persen dari tahun sebelumnya yang mengangkut 2.564,2 ribu ton barang. Pelabuhan Panjang naik 1,68 persen dari tahun sebelumnya yang mengangkut 1.139,5 barang. Sementara itu, pelabuhan Balikpapan tumbuh 1,58 persen dari tahun sebelumnya yang mengangkut 671,4 barang.

Baca Juga: Ambisi RI Jadi Pusat Produksi Kapal Dunia

Bagaimana Perubahan Angkutan Barang Laut dari Januari ke Juli 2026?

Pelabuhan Panjang jadi pelabuhan dengan pertumbuhan paling pesat pada periode Juni-Juli 2026.
Pelabuhan Panjang jadi pelabuhan dengan pertumbuhan paling pesat pada periode Juni-Juli 2026.

Pelabuhan Panjang menjadi pelabuhan yang paling tumbuh jika dibandingkan antara bulan Juni dan Juli 2026. Pada Juni, pelabuhan panjang mengangkut 132,2 ribu ton barang dan meningkat 24,58 persen pada Juli menjadi 164,7 ribu ton.

Tanjung Priok mengangkut 1.449,9 ribu ton barang pada Juni dan meningkat 11,86 persen pada Juli menjadi 1,621,9 ribu ton. Pelabuhan Tanjung Perak mengangkut 1.312,4 ribu ton barang pada Juni dan meningkat 2,06 persen pada Juli menjadi 1,339,5 ribu ton.

Baca Juga: Kapal Perang ASEAN dengan Kekuatan Terbesar Berdasarkan Kapasitas Rudal

Pelabuhan Makassar mengangkut 432 ribu ton barang pada Juni dan meningkat 2,08 persen pada Juli menjadi 441 ribu ton.

Sementara itu, pelabuhan Balikpapan mengangkut 101,3 ribu ton barang pada Juni dan meningkat 2,76 persen pada Juli menjadi 103,1 ribu ton.

Sumber: https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/09/01/2614/jumlah-penumpang-angkutan-laut-dalam-negeri-pada-juli-2026-naik-8-21-persen-.html

Key Insights

  • Tanjung Priok dan Tanjung Perak mendominasi angkutan barang laut nasional, dengan total gabungan 18,8 juta ton yang jauh melampaui pelabuhan lain.
  • Meskipun volume angkutannya lebih kecil, Pelabuhan Panjang menunjukkan momentum pertumbuhan bulanan tercepat sebesar 24,58% dari Juni ke Juli 2026.
  • Pertumbuhan tahunan Pelabuhan Balikpapan yang hanya 1,58% menunjukkan potensi stagnasi dibandingkan kenaikan signifikan di pelabuhan besar lainnya.
  • Kenaikan 11,86% angkutan barang Tanjung Priok dari Juni ke Juli 2026 mengindikasikan peningkatan aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun.

Penulis: Linda Lestari • Editor: Firda Wandira

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?