Nilai Rupiah Hari Ini Menguat 0,14%, Sentuh Rp17.363 per Dolar AS

Nilai rupiah hari ini menguat 0,14% ke level Rp17.363 per US$. Simak perbandingan kurs rupiah terbaru dan grafik pergerakan rupiah terhadap dolar AS di sini.

Nilai Rupiah Hari Ini Menguat 0,14%, Sentuh Rp17.363 per Dolar AS Ilustrasi Rupiah | Unsplash
Ukuran Fon:

Nilai rupiah hari ini, Kamis, 7 Mei 2026, menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data terbaru per pukul 09.30 WIB, kurs rupiah berada di level Rp17.363 per dolar AS (US$) atau menguat sekitar 0,14% dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di posisi Rp17.387 per dolar AS. Penguatan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena menunjukkan adanya perbaikan sentimen terhadap mata uang domestik di tengah kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi.

Pergerakan nilai tukar rupiah memiliki pengaruh besar terhadap berbagai sektor ekonomi. Selain memengaruhi aktivitas ekspor dan impor, perubahan kurs juga berdampak pada harga barang, investasi, hingga daya beli masyarakat. Oleh karena itu, perkembangan nilai rupiah hari ini terus dipantau oleh investor, pelaku usaha, maupun masyarakat umum sebagai indikator kondisi ekonomi nasional.

Di sisi lain, penguatan rupiah kali ini turut didorong oleh sejumlah faktor eksternal dan internal. Melemahnya indeks dolar AS di pasar global menjadi salah satu faktor utama yang memberikan ruang penguatan bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Melansir dari CNBC Indonesia, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.15 WIB terpantau melemah 0,09% ke level 97,935.

Selain itu, stabilitas ekonomi domestik serta optimisme pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia juga ikut menopang pergerakan rupiah. Langkah bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar dinilai mampu meredam tekanan yang sebelumnya muncul akibat ketidakpastian ekonomi global.

Meski penguatan yang terjadi masih relatif tipis, kondisi ini tetap memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan nasional. Apalagi, dalam beberapa bulan terakhir rupiah sempat mengalami tekanan akibat ketidakpastian ekonomi global serta kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang mendorong penguatan dolar AS secara luas.

Baca Juga: Harga LPG Naik 18,75%, Simak Harga LPG Terbaru dan Dampaknya

Nilai Rupiah Hari Ini Menguat terhadap Dolar AS

Perbandingan nilai rupiah dengan hari sebelumnya
Rupiah hari ini mengalami pengautan 0,14% dari hari sebelumnya | GoodStats

Berdasarkan data dari Trading Economics, nilai rupiah tercatat mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan perdagangan 7 Mei 2026, nilai rupiah berada di level Rp17.363 per US$. Angka tersebut lebih baik dibandingkan posisi sehari sebelumnya, yakni Rp17.387 per US$ pada 6 Mei 2026.

Rupiah menguat sebesar 24 poin atau sekitar 0,14%. Penguatan ini menunjukkan adanya perbaikan sentimen pasar terhadap mata uang domestik setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS di pasar global.

Penguatan rupiah juga didukung oleh arus modal asing yang mulai kembali masuk ke pasar domestik. Investor asing terlihat mulai meningkatkan minat terhadap aset Indonesia seiring stabilnya inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar untuk menjaga keseimbangan pasar. Kebijakan intervensi di pasar valas dan penguatan cadangan devisa menjadi instrumen penting dalam menjaga pergerakan rupiah agar tidak mengalami volatilitas berlebihan.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi global. Ketidakpastian terkait arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve masih menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang dunia, termasuk rupiah.

Grafik Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS

Pergerakan nilai rupiah terhadap dolar AS
Rupiah mengalami tren fluktuasi pelemahan pada Maret -  April 2026 | GoodStats

Menurut data dari Trading Economics, rupiah mengalami tekanan cukup besar menjelang akhir April 2026. Puncaknya terjadi pada 29 April 2026 ketika nilai tukar rupiah menyentuh level Rp17.352 per US$. Penguatan dolar AS secara global menjadi faktor utama yang mendorong pelemahan sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi global membuat investor cenderung mengalihkan asetnya ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS. Akibatnya, permintaan terhadap dolar meningkat dan memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah.

Memasuki Mei 2026, pergerakan rupiah masih cenderung melemah. Namun, pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, rupiah berhasil menguat tipis ke level Rp17.363 per US$. Kondisi tersebut memberikan sinyal positif bahwa tekanan eksternal mulai berkurang dan sentimen pasar terhadap mata uang domestik mulai membaik.

Ke depan, pergerakan nilai rupiah diperkirakan masih akan bergerak dinamis mengikuti perkembangan ekonomi global maupun domestik. Selain faktor eksternal, sejumlah indikator seperti data inflasi Indonesia, neraca perdagangan, hingga arus investasi asing diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah dalam beberapa waktu mendatang.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Rabu 6 Mei Melemah, Antam Terkoreksi di level Rp2.790.000 per Gram

Sumber:

https://id.tradingeconomics.com/indonesia/currency

Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

Menilik Kondisi Pendidikan Perempuan Indonesia

Rerata lama sekolah dan angka harapan sekolah perempuan terus meningkat dalam sedekade terakhir, warisan Kartini yang berharga.

58% Publik Tidak Puas dengan Program 19 Juta Lapangan Kerja

Sebanyak 58% publik merasa sangat tidak puas dengan program 19 juta lapangan kerja. Meski demikian, 24% lainnya masih merasa sangat puas.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook