Pariwisata

10 Provinsi Paling Ramah Muslim di Indonesia 2018-2025

Simak rekam jejak Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) dari tahun ke tahun. Jawa Barat sukses catat lompatan terbesar jadi juara di edisi 2025!

10 Provinsi Paling Ramah Muslim di Indonesia 2018-2025

Potret musim travel | Magnific

Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) merupakan sebuah indeks nasional yang resmi diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata untuk menilai dan mengurutkan berbagai destinasi di seluruh Indonesia berdasarkan kesiapan fasilitas serta kualitas layanan yang mereka sediakan bagi para wisatawan Muslim.

Indeks ini menjadi acuan penting dalam mengukur sejauh mana sebuah daerah mampu menghadirkan ekosistem pariwisata yang ramah, mulai dari aspek kemudahan ibadah, ketersediaan kuliner halal, hingga kenyamanan lingkungan. Agar evaluasi berjalan adil dan objektif, pemeringkatan IMTI menggunakan teknik clipping dan linear normalization.

Metode ini diterapkan agar berbagai indikator dengan skala dan satuan yang berbeda dapat dikonversi serta dibandingkan secara lebih setara, sehingga fluktuasi daya saing antardaerah dari waktu ke waktu dapat tergambar dengan akurat.

Jawa Barat Jadi Provinsi Paling Ramah Muslim di Indonesia

Baca Juga: Negara dengan Persentase Penduduk Muslim Terbanyak

Memasuki hasil penilaian pada edisi terbaru di tahun 2025, terjadi kejutan dan pergeseran peta kekuatan pariwisata ramah Muslim yang sangat signifikan di papan atas. Provinsi Jawa Barat mencatat lompatan terbesar dalam sejarah indeks ini dengan berhasil naik dari peringkat keenam pada tiga edisi sebelumnya, yakni pada edisi 2018, 2019, dan 2023, menjadi juara utama di posisi pertama pada tahun 2025.

Keberhasilan Jawa Barat mendobrak dominasi petahana membuktikan adanya akselerasi yang masif dalam pengembangan ekosistem penunjang bagi pelancong Muslim di tanah pasundan.

Sementara itu, Sumatra Barat merangkak naik ke posisi runner-up di peringkat kedua pada tahun 2025, setelah pada tahun-tahun sebelumnya sempat berjuang di peringkat keempat pada 2018, peringkat kelima pada 2019, dan peringkat ketiga pada edisi 2023.

Di sisi lain, kestabilan performa ditunjukkan oleh Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu pelopor wisata halal di Indonesia. NTB mengukuhkan diri menjadi satu-satunya provinsi yang selalu berada di posisi tiga besar sepanjang sejarah pelaksanaan indeks, bahkan sukses memimpin di posisi puncak selama tiga edisi berturut-turut pada tahun 2018, 2019, dan 2023, sebelum akhirnya menempati peringkat ketiga pada edisi 2025.

Melengkapi jajaran empat besar, Aceh harus rela menduduki peringkat keempat pada tahun 2025 setelah pada tiga edisi sebelumnya selalu konsisten mengunci posisi kedua secara berturut-turut. Kemudian, Jawa Tengah secara perlahan terus menunjukkan grafik peningkatan performa yang positif dengan mantap menempati peringkat kelima pada tahun 2025, setelah sempat berada di peringkat kesembilan pada 2018, peringkat kedelapan pada 2019, dan naik ke peringkat kelima pada 2023.

Slot peringkat keenam pada edisi 2025 yang ditinggalkan oleh Jawa Barat kini berhasil diamankan oleh Banten. Sementara itu, Jawa Timur bertengger di peringkat ketujuh pada tahun 2025, memperlihatkan pemulihan performa setelah sebelumnya sempat fluktuatif di peringkat kedelapan pada 2018, peringkat kesembilan pada 2019, dan kembali ke peringkat kedelapan pada edisi 2023.

Pergerakan di tiga posisi terbawah dalam daftar sepuluh besar edisi 2025 memperlihatkan adanya tren penurunan dari beberapa wilayah perintis. Sulawesi Selatan menempati peringkat kedelapan pada edisi terbaru, sebuah pencapaian yang relatif stabil jika berkaca pada rekam jejaknya di peringkat kesepuluh pada 2018 dan 2019, serta peringkat kesembilan pada 2023.

Penurunan performa yang cukup mencolok harus dialami oleh Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang terlempar ke peringkat sembilan pada tahun 2025, padahal sebelumnya sempat mencicipi peringkat ketiga pada 2018 serta peringkat keempat pada edisi 2019 dan 2023.

Akhirnya, daftar sepuluh besar ditutup oleh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di peringkat kesepuluh, yang juga terpantau mengalami penurunan berkala setelah sempat menduduki peringkat kelima pada edisi 2018 serta peringkat ketujuh pada edisi 2019 dan 2023.

Baca Juga: Indonesia Naik ke Peringkat 2 Wisata Ramah Muslim Dunia 2026

Sumber:

https://kemenpar.go.id/berita/indonesia-muslim-travel-index-imti-tahun-2025

Penulis: Anggia Leksa Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?