Gelaran Piala Dunia tidak hanya sekadar pertandingan sepak bola di atas lapangan hijau. Lebih dari itu, ajang megah empat tahunan ini turut berperan sebagai katalis ekonomi masif yang mampu mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) lintas negara.
Ketika jutaan penggemar, delegasi, dan tim dari seluruh penjuru dunia bergerak, efek ekonominya langsung menyebar ke berbagai rantai nilai global. Dampak ekonomi ini tidak hanya dinikmati oleh negara penyelenggara utama, melainkan merembes kuat ke berbagai negara maju dan berkembang lainnya di seluruh dunia melalui peningkatan permintaan jasa, konektivitas global, investasi properti, hingga perdagangan internasional. Aktivitas belanja intensif ini menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan, terutama pada sektor-sektor berbasis pelayanan masyarakat.
Berdasarkan perincian data proyeksi yang dirilis oleh Digital Hub FIFA bertajuk FIFA World Cup 2026 Socio Impact Analysis, total keuntungan ekonomi global di luar Amerika Serikat yang dihasilkan dari pengeluaran terkait FIFA World Cup 2026 diperkirakan mencapai US$23.770 juta.
Lonjakan Ekonomi Tertinggi Dicapai oleh Sektor Perdagangan Grosir dan Eceran
Baca Juga: Indonesia Pernah di Piala Dunia? Ini Fakta Sejarah yang Jarang Dibahas
Lonjakan ekonomi ini secara dominan mengalir ke sektor perdagangan grosir dan eceran yang mencatatkan keuntungan tertinggi sebesar US$2.628 juta. Menyusul tidak jauh di belakangnya, sektor real estat menempati posisi kedua dengan sumbangan nilai tambah ekonomi mencapai US$2.170 juta.
Sektor administrasi publik dan pertahanan juga mengalami pergerakan ekonomi yang cukup dinamis dengan menempati peringkat ketiga melalui nilai keuntungan sebesar US$1.417 juta.
Sektor keuangan dan asuransi menyusul ketat di posisi keempat dengan mencatatkan perputaran ekonomi sebesar US$1.341 juta, hanya terpaut tipis dari sektor konstruksi yang menduduki peringkat kelima dengan kontribusi sebesar US$1.321 juta berkat renovasi infrastruktur penunjang global.
Peta perputaran dana beralih ke sektor kesehatan dan sosial yang berhasil mengamankan peringkat keenam dengan torehan nilai ekonomi sebesar US$1.120 juta.
Selanjutnya, sektor kegiatan teknis berada di posisi ketujuh dengan mencatatkan keuntungan sebesar US$1.058 juta. Pertumbuhan ekonomi digital dan pasokan pangan global juga terlihat dari sektor pertanian yang menempati peringkat kedelapan dengan menyumbang nilai sebesar US$1.041 juta.
Sementara itu, dua posisi terbawah dari sepuluh sektor utama ini ditempati oleh sektor pendidikan di peringkat kesembilan dengan raihan keuntungan ekonomi sebesar US$936 juta, diikuti oleh sektor bantuan administratif di peringkat kesepuluh dengan nilai sebesar US$827 juta.
Adapun akumulasi dari berbagai bidang industri pendukung lainnya yang tergabung dalam kategori sektor lain menyumbangkan nilai sisa yang sangat masif, yakni mencapai US$9.912 juta. Melalui sebaran kontribusi yang merata ini, Piala Dunia 2026 membuktikan dirinya sebagai mesin penggerak ekonomi global yang nyata bagi stabilitas pasar internasional.
Metodologi
Analisis ini menerapkan kombinasi metodologi analisis dampak dan Social Return on Investment (SROI) yang diselaraskan dengan pedoman OECD untuk mengevaluasi nilai yang dihasilkan dibandingkan dengan investasi yang telah dikeluarkan.
Metodologi ini mencakup keterlibatan pemangku kepentingan, pemetaan hasil (outcome mapping), monetisasi, serta penyesuaian nilai manfaat di masa depan melalui metode diskonto (discounting). Untuk menyajikan gambaran yang menyeluruh, analisis dampak sosio-ekonomi ini menggunakan matriks Social Accounting Matrix (SAM) antarnegara yang merinci 45 sektor produktif dan 76 negara berbeda.
Baca Juga: Prediksi Juara Piala Dunia 2026
Sumber:
https://digitalhub.fifa.com/m/152f754a8e1b3727/original/FIFA-World-Cup-2026-Socioeconomic-impact-analysis.pdf