Naiknya Indonesia ke peringkat 2 GMTI 2026 menunjukkan bahwa daya saing wisata ramah Muslim tidak hanya ditentukan destinasi populer, tetapi juga kesiapan ekosistem layanan dari informasi, akses, lingkungan, hingga sertifikasi halal.
Indonesia hanya terpaut 4 poin dari Malaysia di posisi pertama, sementara proyeksi wisatawan Muslim global menuju 262 juta pada 2030 membuka peluang besar bagi desa wisata dan UMK halal untuk naik kelas.