Menjelang Idulfitri, aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia biasanya meningkat. Selain kebutuhan makanan dan minuman, produk pakaian juga menjadi salah satu barang yang paling banyak dicari untuk menyambut hari raya.
Di era digital ini, masyarakat semakin mudah memenuhi berbagai kebutuhan tersebut melalui platform e-commerce. Kehadiran aplikasi belanja daring membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih praktis karena konsumen dapat mengakses berbagai produk dari berbagai daerah hanya melalui gawai. Bagi pelaku usaha, meningkatnya minat belanja menjelang hari raya juga menjadi peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.
Survei GoodStats yang dilakukan selama Ramadan terhadap 1.000 responden menunjukkan bahwa 76,5% masyarakat Indonesia berencana menggunakan aplikasi belanja selama Ramadan dan Idulfitri. Tingginya minat ini turut dipengaruhi oleh berbagai fitur yang ditawarkan platform e-commerce, seperti flash sale, live shopping, hingga promo gratis ongkir yang semakin memudahkan konsumen dalam bertransaksi.
Lalu, produk apa saja yang paling banyak diminati masyarakat menjelang Idulfitri?
Baca Juga: 5 Barang Ini Paling Diincar Konsumen Jelang Idulfitri 2026
Data survei menunjukkan bahwa produk fashion menjadi kategori yang paling banyak dipilih responden. Adapun secara rincinya sebanyak 40,7% responden berencana membeli pakaian, sementara 12,6% lainnya memilih alas kaki. Jika digabungkan, kedua kategori tersebut menunjukkan bahwa sekitar 53% responden berencana membeli produk fashion melalui e-commerce.
Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih mempertahankan tradisi membeli pakaian baru untuk menyambut Idulfitri. Namun, berbeda dengan sebelumnya yang banyak dilakukan di pusat perbelanjaan atau pasar, kini sebagian besar pembelian mulai beralih ke aplikasi belanja online.
Selain produk fashion, beberapa kategori lain juga cukup diminati. Produk makanan dipilih oleh 17,5% responden, sedangkan hadiah Lebaran dipilih oleh 13,7% responden. Sementara itu, 15,5% responden menyebut akan membeli produk lain di luar kategori tersebut.
Pembelian makanan biasanya berkaitan dengan kebutuhan perayaan Idulfitri, seperti kue kering, biskuit, atau camilan khas Lebaran. Sementara itu, hadiah Lebaran yang dibeli di marketplace umumnya berupa hampers atau bingkisan yang akan diberikan kepada keluarga, kerabat, maupun rekan kerja.
Temuan ini menunjukkan bahwa marketplace kini tidak hanya menjadi tempat membeli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi kanal utama untuk memenuhi berbagai kebutuhan perayaan hari besar, termasuk Idulfitri.
Lonjakan Paket Menuju Hari Raya
Meningkatnya aktivitas belanja online juga berdampak pada lonjakan volume pengiriman paket menjelang hari raya. Fenomena ini kerap terjadi saat periode libur besar seperti Idulfitri atau pada momentum promo tertentu di platform e-commerce.
Tingginya permintaan biasanya dipicu oleh berbagai promo yang ditawarkan platform belanja maupun toko penjual, sehingga semakin banyak masyarakat yang melakukan transaksi secara daring.
Oleh karena itu, penting untuk memperkirakan waktu pengiriman agar pesanan dapat tiba sebelum hari Lebaran. Dilansir dari Harian Disway Malang, pengiriman paket sebaiknya dilakukan sekitar satu minggu sebelum Idulfitri untuk menghindari risiko keterlambatan. Hal ini disampaikan Riski Indira, seorang staf dari jasa pengiriman paket JNE.
“Pengiriman terakhir sekitar 14–16 Maret 2026. Setelah periode tersebut, risiko keterlambatan pengiriman akan semakin besar karena tingginya volume paket yang harus diproses di gudang sortir,” ujar Riski, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Tempat Favorit untuk Belanja Produk F&B saat Ramadan & Idulfitri 2026, Mana Pilihanmu?
Sumber:
https://goodstats.id/publication/survei-pola-perilaku-masyarakat-saat-ramadan-dan-idulfitri-2026-XRJ6U
Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor