Nasional

Peraih Adhi Makayasa 2026 Resmi Diumumkan, Berikut Daftar Lengkap Penerima Sejak 1960

Peraih Adhi Makayasa 2026 resmi diumumkan. Simak nama-nama lulusan terbaik Akmil, AAL, AAU, dan Akpol serta daftar lengkap penerima penghargaan sejak 1960.

Peraih Adhi Makayasa 2026 Resmi Diumumkan, Berikut Daftar Lengkap Penerima Sejak 1960

Presiden Prabowo Subianto saat melantik calon perwira remaja pada Upacara Praspa 2026 | Presiden RI

Presiden Prabowo Subianto melantik sebanyak 1.177 calon perwira remaja (capraja) TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tahun 2026 yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyerahkan Anugerah Adhi Makayasa kepada lulusan terbaik dari masing-masing akademi sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik, jasmani, serta kepribadian selama menjalani pendidikan. 

Pelantikan tersebut melibatkan 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol). Seleksi penerima penghargaan dilakukan berdasarkan capaian terbaik selama masa pendidikan sehingga hanya taruna dan taruni dengan prestasi paling menonjol yang berhak menyandang gelar tersebut. 

Baca Juga: 74% Pengalaman Buruk dengan Polisi: Masihkah Masyarakat Percaya?

Siapa Saja Peraih Adhi Makayasa Tahun 2026?

Pada Upacara Praspa 2026, terdapat empat lulusan terbaik yang menerima Anugerah Adhi Makayasa langsung dari Presiden Prabowo Subianto, berikut nama-nama penerima penghargaan Adhi Makayasa berdasarkan siaran pers laman Presiden RI yang dipublikasikan pada Rabu (22/7/2026):

daftar penerima penghargaan adhi makayasa 2026
4 Lulusan Terbaik Penerima Adhi Mayasa 2026 | GoodStats

Letda Inf. Calvin Tidar Sakti dinobatkan sebagai penerima Anugerah Adhi Makayasa dari Akademi Militer (Akmil). Calvin merupakan lulusan SMA Negeri 2 Cimahi yang lahir di Jember pada 19 November 2004. Ia menempuh Program Studi Manajemen Pertahanan dan bergabung dengan Korps Infanteri. Selama menempuh studi ia berhasil menorehkan prestasi akumulatif 848,878 hingga Tingkat III. Calvin juga berasal dari keluarga militer, dengan ayah Kolonel Budi Saroso yang merupakan perwira menengah TNI AD berpangkat kolonel.

Dari Akademi Angkatan Laut (AAL), penghargaan diberikan kepada Letda Laut (P) Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra. Lahir di Ambon pada 16 Agustus 2001, Rizqi merupakan alumni SMA Taruna Nusantara angkatan ke-27 dan berasal dari keluarga TNI AD, di mana ayahnya Ahkmad Baihaki merupakan prajurit TNI AD berpangkat kolonel dan ibunya bernama Ari Nurhayati.

Sementara itu, Letda Pnb. Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman menjadi lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara (AAU). Perwira kelahiran Yogyakarta, 24 November 2004 tersebut merupakan alumni SMA Taruna Nusantara angkatan ke-31. Ayahnya Wahyu Dwi Hari Susanto bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan ibunya Veni Kusumaning Tyas Palupi merupakan pegawai badan usaha milik negara (BUMN).

Adapun penerima Anugerah Adhi Makayasa dari Akademi Kepolisian (Akpol) adalah Ipda Harindra Arsandho Tegarbaja. Lahir di Mataram pada 8 Maret 2004, Harindra juga merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara angkatan ke-31. Ayah Harindra merupakan pegawai aparatur sipil negara (ASN) sebagai staf khusus wali kota, Ibunya, Baiq Indra Rahmi juga berprofesi sebagai pegawai ASN..

Apa Itu Anugerah Adhi Makayasa? 

Anugerah Adhi Makayasa merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada lulusan terbaik dari akademi TNI dan Polri, yakni Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), dan Akademi Kepolisian (Akpol). Penghargaan ini menjadi simbol prestasi tertinggi bagi taruna atau taruni yang berhasil menunjukkan kemampuan paling unggul selama menjalani pendidikan.

Penerima Adhi Makayasa tidak ditentukan hanya berdasarkan nilai akademik. Penilaiannya dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, yaitu prestasi akademis, kemampuan jasmani, dan kepribadian (mental). Dengan demikian, penerima penghargaan ini dinilai memiliki kompetensi intelektual, ketahanan fisik, serta karakter kepemimpinan yang baik untuk mengemban tugas sebagai perwira TNI maupun Polri. 

Selain itu, Anugerah Adhi Makayasa memiliki nilai historis yang kuat karena telah menjadi bagian dari tradisi pembinaan calon pemimpin pertahanan dan keamanan Indonesia selama lebih dari enam dekade. Sejak pertama kali diberikan pada 1960, penghargaan ini telah diterima oleh banyak lulusan terbaik yang kemudian menorehkan karier gemilang, bahkan menduduki jabatan strategis di lingkungan TNI, Polri, maupun pemerintahan. 

Daftar Lengkap Peraih Anugerah Adhi Makayasa Akademi Militer 1960–2026

Anugerah Adhi Makayasa telah diberikan kepada lulusan terbaik akademi militer sejak dekade 1960-an. Pada tahun-tahun awal, bentuk penghargaan yang diberikan masih menggunakan nama Kartika Cendekia dan Garuda Yaksa. Mulai 1967, penghargaan tersebut berkembang menjadi Adhi Makayasa, yang kemudian menjadi penghargaan tertinggi bagi lulusan terbaik akademi militer sampai saat ini. 

Berikut merupakan nama-nama yang telah menerima penghargaan berdasarkan data dari laman resmi Akademi Militer RI:

  • 1960: R. Atmanto (Infanteri), Edi Sudrajat (Infanteri), dan Soekarto (Kavaleri).
  • 1961: ZA Maulani (Infanteri).
  • 1962: GW Soedhiksa (Artileri) dan Suryadi Sudirja (Infanteri).
  • 1963: Idroes (Artileri) dan Sinungkarjo S. (Infanteri).
  • 1964: Poedjo Basuki (Kavaleri) dan Piter Sitompul (Infanteri).
  • 1965: R. Siswadi (Infanteri) dan Nurhana (Corps Polisi Militer/CPM).
  • 1966: A. Sujadi (Infanteri), Saifullah (Infanteri), dan Arie J. Kumaa (Infanteri).
  • 1967: IG Narsana (Infanteri).
  • 1968: Lisno (Corps Peralatan/CPL).
  • 1970: Luhut Binsar Panjaitan (Infanteri).
  • 1971: Slamet Supriadi (Infanteri).
  • 1972: Albert Inkiriwang (Infanteri).
  • 1973: Susilo Bambang Yudhoyono (Infanteri).
  • 1974: Agustadi SP (Infanteri).
  • 1975: Syaiful Rizal (Infanteri).
  • 1976: JS Prabowo (Korps Zeni/CZI).
  • 1977: Suwarno (Kavaleri).
  • 1978: Budiman (Korps Zeni/CZI).
  • 1980: Muktiyanto (Korps Intelijen/CIN).
  • 1981: Moeldoko (Infanteri).
  • 1982: Saya Safitri (Infanteri).
  • 1983: Rusmanto (Korps Perhubungan/CHB).
  • 1984: Ediwan Prabowo (Artileri).
  • 1985: Ima Sudiantara (Infanteri).
  • 1986: Hinsa Siburian (Infanteri).
  • 1987: M. Herindra (Infanteri).
  • 1988: Iwan Barli S. (Infanteri), Swastiko Yuwono (Infanteri), dan IK Duara (Infanteri).
  • 1989: Tri Yuniarto (Infanteri).
  • 1990: DI Cantiasa (Infanteri).
  • 1991: Teguh Pujo R. (Infanteri) dan Eko Susetyo (Kavaleri).
  • 1992: Erwin Djatniko (Kavaleri) dan Adi Sura F. Tarigan (Korps Zeni/CZI).
  • 1993: Bambang Trisnohadi (Infanteri).
  • 1994: Sapto Widi Nugroho (Korps Zeni/CZI) dan Syaepul Mukti Ginanjar (Artileri Pertahanan Udara/Arhanud).
  • 1995: Djon Afriadi (Infanteri) dan Teguh P. Raharjo (Infanteri).
  • 1996: Avianto Yang Beruntung (Infanteri) dan Bambang Sugiri (Korps Perhubungan/CHB).
  • 1997: Rudy Saladin (Infanteri).
  • 1998: Dwi Sasongko (Infanteri).
  • 1999: Mochammad Iftitah (Kavaleri).
  • 2000: Agus Harimurti Yudhoyono (Infanteri).
  • 2001: Suntara Wisnu Budi (Kavaleri).
  • 2002: Rizky M. Silalahi (Infanteri).
  • 2003: Konstantinus R. (Infanteri).
  • 2004: Alzaki (Infanteri).
  • 2005: Dian Desiawan (Infanteri) dan Sutaji (Infanteri).
  • 2006: Imam Buchori (Infanteri).
  • 2007: Abraham Prihadi (Infanteri).
  • 2008: Taufik Arifianto (Infanteri).
  • 2009: Amito Surya M. (Korps Zeni/CZI) dan Indra Wiratama (Korps Peralatan).
  • 2011: Hendric PH (Korps Zeni/CZI) dan Yoga Rosadi R. (Artileri Pertahanan Udara/Arhanud).
  • 2012: Egy Satria Binthara (Infanteri).
  • 2013: Mat Sony Misturi (Infanteri).
  • 2014: Tegar Aji Wicaksono (Infanteri).
  • 2015: Angger Pandu Yuda (Infanteri).
  • 2016: Tri Ageng (Infanteri).
  • 2017: Waraswanril Sagala (Infanteri).
  • 2018: Rovi Adya Prawira (Infanteri).
  • 2019: Fajar Muhammad Al Farouk (Korps Penerbang).
  • 2020: Angga Andika Yudha (Infanteri).
  • 2021: Septian Haryono Pasaribu (Infanteri).
  • 2022: Rafi Naufal Arfiansyah (Infanteri).
  • 2023: Sawung Setyawan (Infanteri).
  • 2024: I Made Aditya Wahyu Palguna.
  • 2025: Alim Bimo Pratowo (Artileri Pertahanan Udara), Muhammad Afridzal Muchlis (Infanteri), dan Bisyarah Salsabila (Korps Ajudan Jenderal).
  • 2026: Calvin Tidar Sakti. (Korps Infanteri), Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra (Korps Pelaut), Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman (Korps Penerbangan).

Baca Juga: 7 Lembaga yang Paling Dipercaya Publik RI 2026, TNI Tertinggi

Sumber: 

https://presidenri.go.id/siaran-pers/pimpin-upacara-praspa-2026-presiden-prabowo-lantik-1-177-perwira-remaja-tni-polri/

https://www.akmil.ac.id/peraih-adhi-makayasa

Penulis: Helni Sadiyah Editor: Muhammad Sholeh

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?