Nilai rupiah hari ini kembali menunjukkan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Berdasarkan pantauan Google Finance pada pembukaan perdagangan Jumat (10/7/2026) pukul 09.00 WIB, nilai tukar rupiah berada di level Rp18.061 per dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan data pasar spot, rupiah dibuka menguat sekitar 45 hingga 67 poin ke kisaran Rp18.061–Rp18.090 per dolar AS. Adapun Kurs Transaksi Bank Indonesia (BI) dipatok di kisaran Rp18.056 per dolar AS, mencerminkan penguatan tipis dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: Papua Pegunungan Jadi Daerah Paling Sulit Akses Air Minum Layak, Ini Daftar Provinsi Lainnya
Nilai Rupiah Hari Ini, 10 Juli 2026
Mengacu pada data Google Finance, kurs rupiah pada Jumat (10/7/2026) berada di level Rp18.061 per dolar AS. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan pada Kamis (9/7/2026) yang berada di level Rp18.067 per dolar AS.
Dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya, rupiah menguat tipis sebesar 6 poin atau sekitar 0,03%. Meskipun penguatan yang terjadi relatif terbatas, kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah mulai mereda setelah beberapa hari terakhir bergerak di kisaran Rp18.000 hingga sempat menyentuh Rp18.128 per dolar AS.
Grafik Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS
Pergerakan nilai tukar rupiah selama periode 1–10 Juli 2026 menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Dalam rentang tersebut, kurs bergerak dari level terendah Rp17.787 hingga menyentuh Rp18.128 per dolar AS, sehingga terdapat selisih sekitar 341 poin hanya dalam waktu 10 hari.
Berdasarkan data Google Finance, rupiah memulai Juli di level Rp17.998 per dolar AS. Sehari kemudian, rupiah menguat tajam ke Rp17.787, yang menjadi posisi terkuat selama periode pengamatan.
Namun, penguatan tersebut hanya berlangsung sementara. Mulai 3 Juli, rupiah kembali melemah ke level Rp17.987 dan bertahan hingga 4 Juli, sebelum tekanan kembali meningkat pada 5 Juli menjadi Rp17.998. Pelemahan berlanjut pada 6 Juli ketika kurs menembus Rp18.046 per dolar AS, menandai kembalinya rupiah ke atas level psikologis Rp18.000.
Sempat menguat ke Rp17.979 pada 7 Juli, rupiah kembali tertekan pada 8 Juli hingga menyentuh Rp18.128 per dolar AS, yang menjadi titik terlemah selama periode pengamatan. Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan eksternal terhadap rupiah masih cukup kuat.
Meski demikian, dua hari terakhir memperlihatkan tanda-tanda pemulihan. Rupiah menguat ke Rp18.067 pada 9 Juli dan kembali naik tipis menjadi Rp18.061 per dolar AS pada 10 Juli. Walaupun penguatan berlangsung dua hari berturut-turut, nilainya masih sangat terbatas sehingga belum mampu membawa rupiah keluar dari zona Rp18.000-an.
Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Periode Juli 2026 Segera Cair! Simak Jadwal dan Cara Cek Penerimanya
Sumber:
https://www.google.com/finance/beta/quote/USD-IDR?sa=X&ved=2ahUKEwipupSToceVAxVhnGMGHXytCsQQmY0JegQIARAr