Negara Paling Banyak Membuang Makanan, Indonesia Masuk Daftar?

The Economist Intelligence Unit mencatat ada 4 negara penghasil limbah makanan terbesar di dunia. Bahkan, jumlah sampah makanan di dunia mencapai 931 juta ton.

Negara Paling Banyak Membuang Makanan, Indonesia Masuk Daftar? Potret membuang makanan | Andrey_Popov/Shutterstock

Berdasarkan Institution of Mechanical Engineers setengah dari total makanan yang diproduksi manusia terbuang dan menjadi sampah.

Sebagian besar negara miskin dan berkembang, makanan terbuang dalam proses produksi dan pengolahannya yang belum efisien. Sedangkan negara maju, makanan terbuang lebih banyak dari segi konsumsinya dan setiap individu dapat membuang sekitar 100 kg makanan per tahun.

Disisi lain angka dampak kelaparan dan kekurangan makanan meningkat setiap tahun. Berdasarkan data dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2019, terdapat 690 juta jiwa mengalami kelaparan setiap tahun dan lebih dari 3 miliar orang tidak mampu melakukan diet yang sehat. Kemudian, jumlah sampah makanan yang dihasilkan warga dunia mencapai 931 juta ton.

Limbah makanan menjadi masalah yang substansial bagi hampir semua negara, terlepas dari tingkat pendapatan mereka. Sebab secara rinci, analisis data limbah makanan dari 54 negara terdapat 61 persen berasal dari rumah tangga, restoran menyumbang 26 persen dari limbah makanan global, dan gerai ritel menyumbang 31 persen.

Daftar negara pembuang makanan terbanyak di dunia | GoodStats

Jumlah makanan yang dibuang mencapai 931 juta ton dengan persentase sekitar 17 persen dari makanan yang diproduksi. Berdasarkan laporan dari Economist Intelligence Unit (EIU) mencatat ada empat negara di dunia penghasil limbah makanan.

Arab Saudi

Limbah makanan yang paling banyak dihasilkan berasal dari negara Arab Saudi dengan 427 kilogram tiap individu per tahun. Limbah makanan tersebut bila dihitung setara dengan Rp180 triliun setiap tahunnya. Sedangkan dalam laporan dari ahli ekonomi Rashid Al-Fawzan mengatakan Arab Saudi membuang makanan hampir 1,5 juta dolar tiap jamnya.

Menurut Yousef Al-Saif selaku wakil dari Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan mengatakan bahwa limbah makanan menyumbang 28 persen dari seluruh limbah di Arab Saudi. Dengan perhitungan 1,2-1,4 kilogram makanan per harinya dan totalnya lebih dari 511 kilogram per tahunnya. Bila diakumulasikan dapat membangun 1.000 sekolah, 1.500 pusat kesehatan, dan 50 rumah sakit tiap tahunnya.

Indonesia

Indonesia menghasilkan sekitar 300 kilogram limbah makanan setiap individu dalam hitungan per tahun. Hal itu menjadikan Indonesia negara terbesar ke-2 penghasil limbah makanan.

Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) juga turut mengungkapkan limbah makanan yang dihasilkan sebesar 46,75 persen dari total sampah di Indonesia. Akibat dari limbah makanan ini mengalami kerugian ekonomi yang mencapai Rp213-531 triliun per tahun atau setara dengan lima persen PDB Indonesia

Hasil studi komprehensif terkait food loss and waste, sampah makanan yang terbuang di Indonesia sejak tahun 2000 hingga 2019 mencapai 23-48 juta ton per tahun atau setara dengan 115-84 kilogram per kapita per tahun Hal ini berdampak dengan kehilangan kandungan energi yang setara dengan porsi makan 61-125 juta penduduk dengan persentase 29-47 persen dari populasi Indonesia.

Amerika Serikat

Amerika Serikat menghasilkan sekitar 277 kilogram limbah makanan tiap individu dalam hitungan per tahun. Hampir 85 persen dari warga Amerika Serikat membuang makanan yang masih layak, dikarenakan adanya ketidaktahuan dalam membaca waktu kedaluwarsa. Selain itu, rata-rata keluarga Amerika Serikat yang terdiri dari empat orang membuang makanan setara dengan Rp21,6 juta tiap tahunnya.

Peneliti dari program pangan dan pertanian Natural Resources Defense Council (NRDC) mengungkapkan bahwa warga Amerika Serikat membuang 40 persen makananya setiap tahun. jika dihitung secara kasar, limbah tersebut bernilai 165 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1,6 triliun. Angka pembuangan limbah makanan ini naik 50 persen dibandingkan dengan tahun 1970-an.

Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab (UEA) menghasilkan limbah makanan sekitar 196 kilogram tiap individu per tahun. The Economist Intelligence Unit menujukkan bahkan selama ramadan, UEA telah membuang makanan sebanyak 1.850 ton di mana 55 persennya berasal dari rumah tangga.

Melihat fenomena tersebut, Lembaga Bank Makanan UEA menciptakan sistem terpadu yang menangani kelebihan makanan segar dan kalengan dengan mendistribusikannya kembali bagi yang membutuhkan. Bank Makanan UEA mengumpulkan dan mendistribusikan sekitar 4.500 ton makanan. Bahkan, pemberian makanan yang diterima Bank Makanan mencapai 790 ton.

Penulis: Naomi Adisty
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya 10 Daerah Destinasi Terbaik untuk Solo Traveler 2022, 1 dari Indonesia
Artikel Selanjutnya 10 Negara dengan Megabiodiversitas Terbesar di Dunia
Konten Terkait