Setiap tahun, Ramadan hingga menjelang Lebaran selalu menjadi periode yang istimewa bagi masyarakat. Ada tradisi, ada persiapan, dan euforia yang terasa berbeda dibanding bulan-bulan lainnya. Sebagian memilih berbelanja kebutuhan pokok dalam jumlah lebih besar sejak awal Ramadan, sementara yang lain memanfaatkan momen ini untuk memperbarui peralatan rumah tangga atau elektronik demi menciptakan suasana Lebaran yang lebih nyaman bersama keluarga.
Lonjakan aktivitas tersebut mencerminkan perubahan pola konsumsi yang cukup signifikan. Khususnya di kalangan konsumen Muslim, kebutuhan belanja cenderung meningkat, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan ibadah dan konsumsi harian selama Ramadan, tetapi juga untuk menyambut Hari Raya dengan lebih optimal.
Seiring meningkatnya kebutuhan, anggaran yang dibutuhkan pun ikut bertambah. Sejatinya, masyarakat memiliki sejumlah opsi pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Populix merangkum enam sumber pembiayaan yang jadi pilihan publik melalui laporan bertajuk Perilaku Belanja di Bulan Ramadan 2025. Adapun survei tersebut dilakukan pada 6-9 Desember 2024 dengan melibatkan 997 responden Muslim.
Baca Juga: 4 Produk Elektronik Ini Jadi Incaran Konsumen saat Ramadan
Sumber Pembiayaan
Sebanyak 84% responden menggunakan tabungan pribadi untuk membiayai kebutuhan selama Ramadan. Adapun, mayoritas dari mereka mengalokasikan 25% sampai 50% dari sumber tersebut untuk belanja.
Lalu, biaya tambahan untuk 48% responden berasal dari Tunjangan Hari Raya (THR) dan mayoritas dari mereka juga mengalokasikan 25% sampai 50% untuk memenuhi kebutuhan.
Selain THR, dana dari orang tua digunakan untuk mencukupi kebutuhan 19% responden. Investasi yang sudah dicairkan menjadi andalan bagi 12% responden sebagai sumber dana belanja.
Sisanya, sebanyak 5% mengandalkan pinjaman online dan 6% responden mengandalkan sumber pembiayaan lainnya.
Jenis Investasi yang Dicairkan
Untuk memenuhi kebutuhan, 119 responden Muslim memilih alternatif pencairan investasi untuk belanja sewaktu Ramadan hingga jelang Lebaran, berikut rinciannya.
Pencairan reksadana menjadi pilihan bagi 29% responden, sumber ini adalah instrumen investasi yang dinilai fleksibel untuk kebutuhan mendesak.
Selanjutnya, pencairan emas dan logam mulia yang dikenal sebagai instrumen penyimpan nilai yang stabil dari waktu ke waktu jadi andalan bagi 26% responden.
Urutan selanjutnya diisi oleh saham dengan 18% responden dan deposito dengan 16%. Jenis instrumen investasi yang akan dicairkan lainnya oleh responden untuk belanja kebutuhan Ramadan antara lain properti (5%), cryptocurrency (4%), dan mata uang asing (1%).
Sumber Pinjaman yang Digunakan
Sumber dana tambahan dari pinjaman dipilih oleh 48 responden Muslim. Meskipun ada rasa tidak nyaman, mereka tetap merasa perlu meminjam. Berikut rincian sumber pinjaman yang jadi andalan.
Paylater di e-wallet atau marketplace jadi pilihan utama bagi 54% responden. Sementara 21% lainnya memutuskan untuk menggunakan pinjaman multiguna.
Sisanya, sebanyak 15% memilih pinjaman online sebagai sumber dana belanja dan 10% lainnya memilih untuk meminjam kepada keluarga atau teman.
Secara keseluruhan, 49% responden perlu biaya tambahan selama bulan suci ini karena kebutuhan belanja yang semakin meningkat. Lebih lanjut, harga barang naik semua jadi alasan bagi 17% responden.
Sisanya, beralasan dana THR/tabungan tidak dapat mencukupi seluruh kebutuhan (13%), ada kebutuhan konsumsi dan hiburan tambahan (8%), dan ingin membeli barang elektronik/pakaian khusus (7%).
Untuk mempermudah kondisi keuangan selama meminjam, sebanyak 58% dari 997 responden berharap akan ada program cicilan dengan bunga rendah atau 0%.
Sementara, 51% lainnya berharap ada program cashback atau diskon khusus selama Ramadan dan 33% lainnya berekspektasi pelayanan dan proses peminjaman cukup gampang.
Baca Juga: 5 Produk Makanan dan Minuman yang Banyak Dibeli Jelang Ramadan
Sumber:
https://info.populix.co/data-hub/reports/perilaku-belanja-di-bulan-ramadan-2025
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor