Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan gebrakan baru untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah. Mulai tahun 2027, ada kabar gembira bagi warga maupun wisatawan karena TransJakarta kelola transportasi ke Kepulauan Seribu. Kebijakan strategis ini diharapkan menjadi solusi jitu untuk menghadirkan sistem transportasi perairan Jakarta yang jauh lebih terintegrasi, aman, dan nyaman.
Langkah besar ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah baru bagi layanan TransJakarta yang selama ini sangat identik dengan armada bus darat (BRT), tetapi juga menjadi angin segar bagi optimalisasi transportasi Kepulauan Seribu.
Mari kita bedah lebih jauh bagaimana kronologi rencana pengelolaan ini, alasan di baliknya, hingga tren jumlah penumpang moda transportasi andalan Jakarta tersebut sepanjang tahun 2026.
Baca Juga: Naik Transportasi Umum Gratis di Jakarta! Ini Cara Daftar Kartu Layanan Gratis.
Transjakarta Kelola Transportasi ke Kepulauan Seribu
Rencana ambisius ini resmi diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada pertengahan tahun 2026. Beliau menegaskan bahwa rencana transportasi Kepulauan Seribu 2027 akan sepenuhnya berada di bawah kendali PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sudah teruji rekam jejaknya dalam memobilisasi jutaan warga ibu kota setiap hari.
Selama ini, rute perairan menuju gugusan pulau di utara Jakarta tersebut dikelola secara langsung oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Namun, melalui proses evaluasi yang mendalam, pengelolaan operasional armada laut oleh institusi birokrasi dinilai kurang maksimal karena membutuhkan beberapa hal seperti:
- Kecepatan
- Manajemen profesional
- Fleksibilitas ala korporasi
Oleh karena itu, pengalihan manajemen rute laut ini akan resmi digulirkan sebagai salah satu program unggulan TransJakarta 2027.
Langkah progresif ini selaras dengan upaya berkelanjutan pemerintah dalam menyediakan ekosistem transportasi umum Jakarta yang inklusif. Transformasi TransJakarta dari sekadar angkutan darat menjadi pengelola multimoda menunjukkan keseriusan penuh dalam melayani warga secara merata, baik yang berdomisili di daratan metropolitan maupun mereka yang menetap di wilayah pesisir dan kepulauan.
Tren Jumlah Penumpang Transjakarta selama 2026
Kepercayaan besar yang diberikan kepada TransJakarta tentunya sangat beralasan dan berlandaskan pada data operasional. Sepanjang paruh pertama tahun 2026, jumlah penumpang TransJakarta konsisten menunjukkan angka yang masif dengan tren pemulihan yang sangat dinamis.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta dan catatan perusahaan, awal tahun 2026 dibuka secara impresif melalui rekor 35,36 juta penumpang TransJakarta pada bulan Januari.
Walaupun sempat mengalami tren penurunan yang wajar pada bulan Februari (32,88 juta) dan Maret (32,13 juta) akibat penyesuaian jumlah hari kalender dan hari libur, animo masyarakat terbukti cepat pulih.
Memasuki bulan Mei 2026, jumlah mobilitas warga kembali melonjak signifikan hingga menyentuh 33,26 juta orang, sebelum akhirnya stabil pada angka 32,69 juta penumpang di bulan Juni.
Bahkan, pada periode tersebut, mobilitas difokuskan pada beberapa rute utama yang mencatatkan diri sebagai koridor Transjakarta dengan jumlah pengguna terbanyak sepanjang Mei 2026.
Tingginya volume penumpang per bulan ini adalah bukti valid bahwa angkutan ini masih memegang predikat sebagai transportasi umum yang paling diminati di Jakarta.
TransJakarta Dipercaya Bisa Mengelola Transportasi Perairan ke Kepulauan Seribu
Tentu banyak pihak yang penasaran, apa yang membuat BUMD ini begitu dipercaya mengambil alih rute laut? Alasan paling mendasar bertumpu pada aspek profesionalitas dan standarisasi pelayanan.
Gubernur menilai manajemen TransJakarta sudah memiliki sistem operasional, perawatan armada, hingga ketepatan jadwal headway yang sangat terukur. Mengelola transportasi laut Kepulauan Seribu mutlak membutuhkan kepatuhan pada standar keselamatan laut (safety) serta kepastian keberangkatan, di mana sistem operasional yang disiplin sudah menjadi DNA yang lekat pada TransJakarta.
Selain profesionalitas korporasi, kekuatan integrasi adalah kunci utamanya. Dengan pengelolaan di bawah satu payung manajemen yang sama, masyarakat dan wisatawan nantinya diproyeksikan bisa menikmati sistem integrasi tarif yang mulus (seamless transaction).
Bayangkan, penumpang cukup menempelkan kartu yang sama mulai dari naik bus pengumpan (feeder) di halte terdekat, transit di halte Busway, hingga menyeberang menggunakan kapal.
Berbicara soal tarif transportasi Kepulauan Seribu yang baru, pihak Pemprov DKI saat ini masih menggodok skema bisnis yang ideal. Rencananya, kebijakan tarif akan disesuaikan agar tetap ramah di kantong masyarakat luas melalui skema subsidi khusus (Public Service Obligation/PSO).
Bukan hal yang mustahil apabila layanan laut ini ke depannya akan diintegrasikan dengan program bantuan mobilitas pemprov, sehingga masyarakat dari kalangan tertentu yang memenuhi syarat dapat menikmati akses naik transportasi umum gratis di Jakarta hingga menembus wilayah perairan.
Melalui kematangan konsep pengelolaan dari sekarang, inovasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak denyut ekonomi dan pariwisata di Jakarta. Kepulauan Seribu akan memiliki standar pelayanan transportasi umum yang sama modern, terjangkau, dan nyamannya dengan pusat kota metropolitan.
Baca Juga: 10 Koridor Transjakarta dengan Jumlah Pengguna Terbanyak Sepanjang Mei 2026
Sumber:
https://jakarta.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTMyNCMy/jumlah-penumpang-bus-transjakarta-menurutbulan--orang-.html