Mengulik Problematika Keamanan Saat Mengakses Media Sosial

Hasil survei mengungkapkan hampir 80 persen responden mengaku pernah mengalami pengalaman negatif saat menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Mengulik Problematika Keamanan Saat Mengakses Media Sosial Ilustrasi pesan spam | Song_about_summer/Shutterstock

Hasil survei yang dilakukan oleh Populix pada tahun 2022 mengungkapkan bahwa sebesar 87 persen responden di Indonesia mengakses media sosial. Angka ini melampaui media lainnya yang diakses oleh masyarakat Indonesia seperti menonton video online maupun mengakses layanan streaming musik secara online.

Lebih lanjut diketahui pula bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan media sosial untuk mengisi waktu luang dan juga mencari informasi terkini. Hasil survei menunjukkan persentasenya mencapai 79 persen responden.

Berbagai alasan lainnya dari seseorang menggunakan media sosial di antara lain ialah untuk berinteraksi dengan rekan maupun kerabat, menjalin relasi, belanja, menemukan pekerjaan, hingga mencari kekasih.

Di sisi lain, mayoritas responden paling sering menggunakan media sosial untuk mencari hiburan. Adapun persentasenya mencapai 75 persen, disusul konten musik dan film dengan persentase sama yakni sebesar 66 persen.

Sementara itu, Youtube, Instagram, dan TikTok merupakan 3 aplikasi media sosial yang paling sering diakses oleh masyarakat Indonesia saat ini. Persentasenya masing-masing ialah sebesar 94 persen untuk YouTube, 93 persen untuk Instagram, dan TikTok sebesar 63 persen.

Menghadapi sejumlah pengalaman negatif

Walaupun rata-rata responden mengungkapkan bahwa mereka menikmati pengalaman berselancar di media sosial, namun banyak pula yang melaporkan bahwa mereka mengalami sejumlah pengalaman negatif selama menggunakan media sosial.

Hampir 80 persen responden mengaku pernah mengalami pengalaman negatif saat mengakses media sosial. Permasalahan pesan spam menduduki peringkat pertama pengalaman negatif yang paling sering dialami oleh responden. Adapun persentasenya mencapai 52 persen responden.

Pengalaman negatif yang dialami responden saat menggunakan media sosial tahun 2022 | GoodStats

Masalah penipuan menempati posisi ke-2 pengalaman negatif yang paling sering dialami oleh responden dengan raihan persentase sebesar 31 persen. Diikuti kesalahan pemeliharaan di posisi ke-3 dengan persentase sebesar 30 persen.

Posisi ke-4 dan ke-5 secara berurutan diisi oleh masalah peretasan dan penguntitan dengan persentase masing-masing sebesar 26 persen dan 21 persen. Selain itu, pengalaman negatif lainnya yang umumnya dirasakan oleh responden di antaranya ialah cyberbullying, pencurian identitas, malware, ancaman online, dan predator seks.

Jonathan Benhi selaku Chief Technology Officer Populix mengungkapkan bahwa dewasa ini media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan media sosial selama 1 hingga 4 jam setiap harinya.

“Dengan durasi yang dihabiskan tersebut, masyarakat Indonesia juga tak jarang dihadapkan pada tantangan dan pengalaman negatif di ranah online. Untuk itu, perusahaan penyedia layanan media sosial telah mengeluarkan serangkaian fitur dan inisiatif guna melindungi para penggunanya.” pungkasnya lebih lanjut dalam siaran pers Jumat (10/6/2022).

Hampir seluruh responden sadar akan fitur keamanan di media sosial

Temuan lebih lanjut mengungkapkan bahwa sebesar 97 persen responden telah menyadari adanya fitur keamanan dan privasi di media sosial dan 48 persen di antaranya bahkan sudah familiar dengan fitur tersebut, terutama pada laki-laki.

Kemudian sebesar 86 persen responden mengungkapkan bahwa mereka menggunakan fitur keamanan yang tersedia di media sosial. Angka ini merepresentasikan 9 dari 10 pengguna media sosial memanfaatkan fitur keamanan agar tetap aman saat berselancar secara online, terutama terkait dengan pengaturan privasi dan lokasi.

Fitur keamanan di media sosial yang paling banyak digunakan responden tahun 2022 | GoodStats

Sebesar 84 persen responden mengungkapkan fitur keamanan yang paling banyak digunakan ialah pengaturan privasi, diikuti pengaturan lokasi di posisi ke-2 dengan persentase sebesar 52 persen.

Sementara itu, sebagian responden atau sebesar 50 persen mengungkapkan bahwa mereka secara berkala mengganti password untuk menjaga keamanan akun media sosial. Beberapa fitur keamanan lainnya yang paling banyak digunakan oleh responden di antaranya ialah activity log, pengaturan privasi video, melaporkan sebuah unggahan, social reporting, restricted mode, dan masih banyak lagi.

Survei bertajuk Social Media Habit and Internet Safety ini dilaksanakan dalam kurun waktu 30 Maret hingga 1 April 2022 dan dirilis pada 10 Juni 2022 saat peringatan Hari Media Sosial Indonesia. Adapun survei ini dilaksanakan secara online dengan melibatkan 1.023 responden berusia 18-55 tahun di Indonesia. Mayoritas responden terdiri dari anak muda belum menikah, sudah bekerja, dan berasal dari status sosioekonomi (SES) menengah ke atas.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Investasi Aset Digital Makin Banyak Digandrungi, Kripto Salah Satunya
Artikel Selanjutnya Hong Kong Jadi Kota Termahal di Dunia Selama Tiga Tahun Berturut-Turut
Konten Terkait