Internasional

Mengapa Pasien Indonesia Memilih Rumah Sakit Kanker Malaysia? Ini Gambaran Berdasarkan Data

Apa yang sebenarnya dicari pasien Indonesia dari berobat ke Malaysia? Data menunjukkan pola yang cukup jelas, berikut pembahasannya.

Mengapa Pasien Indonesia Memilih Rumah Sakit Kanker Malaysia? Ini Gambaran Berdasarkan Data

Mengapa Pasien Indonesia Memilih Rumah Sakit Kanker Malaysia

Berobat ke luar negeri bukan pilihan mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, Malaysia menjadi negara yang paling banyak dipilih ketika pasien mencari layanan kesehatan di luar negeri.

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan, sekitar 0,1% rumah tangga Indonesia pernah mengakses layanan kesehatan luar negeri dalam tiga tahun terakhir. Malaysia menjadi negara yang paling sering dituju dalam data tersebut.

Pengalaman pasien juga menunjukkan bahwa perjalanan medis tidak selalu sebatas mencari dokter. Seorang pasien Indonesia yang diwawancarai CNA pada 2025 menggambarkan konsultasi di Kuala Lumpur berlangsung satu hingga dua jam. Ia menilai pemeriksaannya lebih detail dibanding pengalaman sebelumnya.

Lalu, apa yang sebenarnya dicari pasien Indonesia? Data menunjukkan pola yang cukup jelas, mulai dari medical check-up, pengobatan kanker, hingga operasi.

Malaysia Menjadi Tujuan Utama Pasien Indonesia

SKI 2023 mencatat lima negara yang paling banyak dituju untuk layanan kesehatan luar negeri. Negara tersebut adalah Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan.

Malaysia berada di posisi teratas. Negara ini juga menjadi tujuan utama untuk berbagai jenis layanan yang diakses responden SKI.

Untuk medical check-up, sekitar 70,7% layanan diakses di Malaysia. Untuk bedah atau operasi, proporsinya mencapai 79%.

Pada layanan pengobatan kanker, Malaysia bahkan mencakup sekitar 91,6% akses layanan kanker luar negeri dalam data SKI 2023. Angka ini menunjukkan kuatnya posisi Malaysia untuk pasien yang mencari perawatan kanker di luar negeri.

Data tersebut berasal dari rumah tangga Indonesia yang menjadi responden SKI. Jadi, angka 91,6% tidak berarti 91,6% seluruh pasien kanker Indonesia berobat ke Malaysia.

Layanan Apa yang Paling Banyak Dicari?

Alasan pasien pergi ke luar negeri tidak selalu berkaitan dengan penyakit berat. Pemeriksaan kesehatan rutin justru menjadi layanan yang paling banyak dimanfaatkan.

1. Medical check-up

Menurut SKI 2023, 65,7% layanan kesehatan luar negeri yang dimanfaatkan adalah pemeriksaan kesehatan rutin atau medical check-up.

Angka ini menunjukkan bahwa perjalanan medis juga dilakukan untuk kebutuhan pemeriksaan. Pasien tidak selalu menunggu sampai membutuhkan tindakan medis tertentu.

2. Bedah atau operasi

Bedah atau operasi menjadi kategori berikutnya dengan proporsi 19,2%. Malaysia mencakup 79% akses layanan operasi dalam lima negara tujuan utama yang dicatat SKI.

3. Kesehatan reproduksi dan ibu-anak

Layanan kesehatan reproduksi serta kesehatan ibu dan anak mencakup 7,3% layanan yang dimanfaatkan.

Malaysia menjadi tujuan bagi sekitar 94,1% akses layanan dalam kategori tersebut. Data ini berasal dari SKI 2023 dan mencerminkan pengalaman rumah tangga responden.

4. Pengobatan kanker

Pengobatan kanker mencakup sekitar 5,7% layanan kesehatan luar negeri dalam SKI 2023.

Meski proporsinya lebih kecil daripada medical check-up, Malaysia memiliki porsi sangat besar dalam kategori ini. Sekitar 91,6% akses pengobatan kanker dalam lima negara tujuan tercatat dilakukan di Malaysia.

Karena itu, pencarian rumah sakit kanker Malaysia menjadi bagian dari pola perjalanan medis yang lebih luas. Pasien biasanya perlu mempertimbangkan diagnosis, dokter spesialis, pilihan terapi, biaya, dan jadwal perawatan.

Apa Alasan Utama Pasien Berobat ke Luar Negeri?

Data SKI 2023 memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai alasan pasien memilih layanan kesehatan luar negeri.

Sebanyak 93,5% rumah tangga yang pernah mengakses layanan kesehatan luar negeri menilai fasilitas kesehatan di negara tujuan tergolong lengkap.

Sementara itu, 91,7% menilai layanan yang diterima sesuai harapan. Sebanyak 89,3% menilai layanan tersebut cepat, tepat, dan akurat.

Artinya, keputusan berobat ke luar negeri tidak dapat disederhanakan menjadi alasan “rumah sakit di Indonesia kurang bagus”. Data SKI justru menunjukkan beberapa pertimbangan yang lebih spesifik.

Pasien mempertimbangkan kelengkapan fasilitas, kualitas layanan, serta kecepatan dan ketepatan pelayanan. Faktor tersebut dapat menjadi semakin penting ketika pasien membutuhkan pemeriksaan atau terapi yang kompleks.

Mengapa Malaysia Banyak Dipilih?

Malaysia memiliki kedekatan geografis dengan Indonesia. Hal ini membuat perjalanan lebih praktis, terutama bagi pasien dari wilayah Sumatra, Kalimantan, dan kota-kota besar di Indonesia.

Data yang dikutip Malaysian Investment Development Authority pada 2024 menunjukkan Indonesia menyumbang 64,9% pasien medical tourism Malaysia pada 2023. Pasien Indonesia banyak berasal dari Jakarta dan Surabaya, dengan Penang dan Kuala Lumpur sebagai tujuan utama.

Data tersebut menggunakan pengukuran berbeda dari SKI. Karena itu, angka 64,9% tidak dapat dibandingkan langsung dengan angka 0,1% dalam SKI.

SKI mengukur proporsi rumah tangga Indonesia yang mengakses layanan kesehatan luar negeri. Sementara itu, angka 64,9% menggambarkan komposisi pasien medical tourism yang datang ke Malaysia.

Perbedaan metode ini penting agar data tidak digunakan secara berlebihan. Namun, keduanya sama-sama menunjukkan kuatnya hubungan layanan kesehatan Malaysia dengan pasien Indonesia.

Apa yang Berubah dalam Beberapa Tahun Terakhir?

Perjalanan medical tourism Malaysia sempat turun tajam selama pandemi. Setelah perjalanan internasional kembali normal, jumlah pasien mulai meningkat.

Malaysia mencatat lebih dari 1 juta healthcare traveller pada 2023. Angka tersebut meningkat sekitar 15% dari 850.000 healthcare traveller pada 2022. Pendapatan sektor ini mencapai RM2,25 miliar pada 2023.

Pada 2024, jumlah international patients Malaysia kembali meningkat menjadi sekitar 1,52 juta, berdasarkan data yang dikumpulkan hingga Maret 2025 oleh Malaysia Healthcare Travel Council.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa perjalanan medis kembali menjadi bagian penting dari mobilitas pasien setelah pandemi. Indonesia juga tetap menjadi pasar utama bagi sektor tersebut.

Perubahan lainnya terlihat dari cara pasien mulai mempersiapkan perjalanan medis. Pasien kini dapat mencari informasi rumah sakit, dokter, layanan, dan pilihan konsultasi sebelum berangkat.

Untuk pasien yang mempertimbangkan rumah sakit kanker Malaysia, tahap ini penting. Rekam medis, hasil pemeriksaan, dan informasi diagnosis dapat dipersiapkan untuk mendapatkan penilaian awal.

Bagaimana Pasien Indonesia Mengurus Pengobatan di Malaysia?

Perjalanan pengobatan biasanya dimulai dengan menentukan kebutuhan medis. Pasien dapat menyiapkan diagnosis, hasil laboratorium, hasil radiologi, serta riwayat pengobatan sebelumnya.

Dokumen tersebut dapat digunakan untuk meminta penilaian awal dari rumah sakit atau dokter di Malaysia. Pada kasus tertentu, konsultasi awal juga dapat dilakukan sebelum pasien melakukan perjalanan.

Setelah mendapat rekomendasi dokter, pasien dapat membandingkan jadwal, estimasi biaya, pilihan rumah sakit, dan kebutuhan perjalanan. Pendamping juga perlu memperhitungkan durasi tinggal jika terapi membutuhkan beberapa kunjungan.

Informasi mengenai proses dan pilihan pengobatan di luar negeri dapat dilihat melalui panduan rumah sakit kanker di Malaysia.

Layanan seperti Medifly.ai juga dapat membantu pasien mengeksplorasi pilihan rumah sakit dan kebutuhan perjalanan medis dalam satu alur informasi.

Data Menunjukkan Pola, Bukan Satu Alasan untuk Semua Pasien

Data SKI 2023 memberikan gambaran penting tentang pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri. Malaysia menjadi tujuan utama, sementara medical check-up menjadi layanan yang paling banyak digunakan.

Untuk pengobatan kanker, Malaysia memiliki porsi yang sangat besar dalam data layanan luar negeri. Namun, keputusan setiap pasien tetap bergantung pada diagnosis, kebutuhan terapi, rekomendasi dokter, biaya, dan kondisi masing-masing.

Karena itu, pencarian rumah sakit kanker Malaysia sebaiknya tidak berhenti pada nama rumah sakit. Informasi mengenai dokter yang menangani kasus tertentu, pilihan terapi, pemeriksaan yang dibutuhkan, estimasi biaya, serta rencana tindak lanjut perlu dipahami sebelum perjalanan.

Dengan informasi yang lebih lengkap sejak awal, pasien dan keluarga dapat mempersiapkan perjalanan medis secara lebih terstruktur. Data terbaru juga menunjukkan bahwa pola ini terus berkembang seiring pulihnya perjalanan internasional dan meningkatnya akses pasien terhadap informasi kesehatan lintas negara.

Penulis: Muhammad Sholeh

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?