Indonesia menjadi salah satu produsen nanas terbesar di dunia di tahun 2026. Data menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 3,2 juta ton nanas per tahun. Komoditas ini bukan hanya populer di pasar domestik, tetapi juga menjadi andalan ekspor yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Produksi nanas tersebar di berbagai wilayah, terutama di provinsi dengan kondisi agroklimat yang mendukung. Lalu, provinsi mana saja yang menjadi penghasil nanas terbesar di Indonesia pada tahun 2025?
Baca Juga: Produksi Beras Indonesia Diproyeksi Tembus 19 Juta Ton Semester I 2026
Provinsi Penghasil Nanas Terbesar di Indonesia Tahun 2025
Berdasarkan data terbaru tahun 2025, Lampung masih mempertahankan posisinya sebagai provinsi penghasil nanas terbesar di Indonesia dengan total produksi mencapai 6.989.019 kuintal. Angka ini menunjukkan dominasi yang cukup signifikan dibandingkan provinsi lain. Lampung memang dikenal sebagai pusat perkebunan nanas skala besar, termasuk untuk kebutuhan industri pengolahan dan ekspor.
Di posisi kedua, Jawa Timur mencatat produksi sebesar 5.064.095 kuintal. Jika dibandingkan dengan Lampung, produksi Jawa Timur lebih rendah sekitar 1.924.924 kuintal. Meski selisihnya cukup besar, Jawa Timur tetap menjadi salah satu tulang punggung produksi nanas nasional dengan dukungan wilayah pertanian yang luas dan beragam.
Selanjutnya, Riau menempati posisi ketiga dengan produksi 3.469.060 kuintal. Jika dibandingkan dengan Jawa Timur, terdapat selisih sebesar 1.595.035 kuintal. Produksi nanas di Riau banyak didukung oleh lahan gambut yang dioptimalkan untuk budidaya nanas, menjadikannya salah satu daerah penting di Sumatra.
Jawa Tengah berada di posisi keempat dengan total produksi 3.232.961 kuintal. Angka ini hanya terpaut 236.099 kuintal dari Riau, menunjukkan persaingan yang cukup ketat di papan tengah. Jawa Tengah memiliki banyak sentra produksi nanas rakyat yang tersebar di berbagai kabupaten.
Di urutan berikutnya, Sumatra Selatan mencatat produksi sebesar 2.734.577 kuintal. Jika dibandingkan dengan Jawa Tengah, selisih produksinya mencapai 498.384 kuintal. Meski berada di posisi kelima, Sumatra Selatan tetap memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi melalui optimalisasi lahan.
Jambi menyusul di posisi keenam dengan produksi 2.257.149 kuintal. Selisih antara Jambi dan Sumatra Selatan mencapai 477.428 kuintal. Produksi nanas di Jambi cenderung berkembang seiring dengan peningkatan minat petani terhadap komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Terakhir, Jawa Barat menempati posisi ketujuh dengan produksi sebesar 2.156.039 kuintal. Jika dibandingkan dengan Jambi, selisihnya relatif kecil, yakni 101.110 kuintal. Hal ini menunjukkan bahwa Jawa Barat masih memiliki peluang untuk naik peringkat jika mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya.
Data produksi nanas di Indonesia tahun 2025 memperlihatkan dominasi Lampung yang masih sulit disaingi oleh provinsi lain. Selisih produksi yang cukup jauh dari posisi kedua menegaskan kekuatan Lampung sebagai pusat industri nanas nasional. Namun demikian, provinsi lain seperti Jawa Timur, Riau, dan Jawa Tengah juga menunjukkan kontribusi besar dengan angka produksi yang tidak bisa dianggap kecil.
Perbedaan kapasitas produksi antarprovinsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari luas lahan, kondisi tanah, teknologi budidaya, hingga akses pasar. Ke depan, pemerataan pengembangan sektor hortikultura, khususnya nanas, bisa menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekspor.
Dengan potensi yang masih sangat besar, Indonesia berpeluang untuk terus memperluas pangsa pasar nanas global. Kuncinya terletak pada peningkatan kualitas, efisiensi produksi, dan dukungan kebijakan yang berpihak pada petani.
Baca Juga: 10 Buah yang Paling Banyak Dipanen di Indonesia 2024, Pisang Juaranya
Sumber:
Penulis: Aisha Zahrany
Editor: Muhammad Sholeh