Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) menunjukkan perkembangan terbaru. Salah satu rencana dalam proyek ini adalah pembangunan sepuluh titik gerbang tol yang akan melewati wilayah Sleman hingga Kulon Progo.
Rencana titik gerbang tol tersebut mencakup Purwomartani, Maguwoharjo, Condongcatur, Mlati, Trihanggo, Ngaglik, Gamping, Sentolo, Pengasih, hingga Temon.
Ikuti Syarat Sri Sultan Hamengku Buwono X
Penentuan lokasi gerbang tol tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah menyebut bahwa aspek aksesibilitas menjadi pertimbangan utama, termasuk kemudahan menuju destinasi wisata serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di DIY. Hal ini sejalan dengan karakter Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata sekaligus pusat pendidikan dan budaya.
Adapun Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi sejumlah pesan penting terkait rencana pembangunan jalan tol di Yogyakarta. Hal tersebut disampaikan melalui Kepala Dinas PUP-ESDM DI Yogyakarta Hananto Hadi Purnomo. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Yogyakarta perlu berjalan selaras dengan beberapa hal.
“Jadi kalau tadi ditanyakan apakah masyarakat itu jadi objek atau subjek, Pak Gubernur itu selalu memikirkan masyarakat beliau. Pertama kali yang jadi perhatian beliau, masyarakatku dapat apa kalau ada infrastruktur dibangun di situ,” papar Hadi kepada wartawan saat pencanangan perdana tol, Rabu (3/7/2019).
Posisi Dinilai Strategis, Sebagian Dibuka Fungsional
Di wilayah Sleman misalnya, keberadaan gerbang tol seperti di Condongcatur, Ngaglik, hingga Mlati dinilai strategis karena berada di kawasan dengan kepadatan tinggi. Area ini dikenal sebagai pusat permukiman dan pendidikan yang terus berkembang.
Sementara itu, di sisi barat Yogyakarta, gerbang tol di Gamping hingga Sentolo dan Pengasih akan menjadi penghubung penting menuju Kulon Progo. Wilayah ini dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat, terutama sejak beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Adapun gerbang tol Temon diproyeksikan menjadi titik kunci yang menghubungkan langsung akses jalan tol dengan kawasan bandara.
Perkembangan terbaru proyek ini terlihat dari telah difungsikannya segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 12,23 kilometer saat momen mudik Lebaran 2026. Selama Lebaran, ruas tol tersebut disebut akan mendukung kelancaran arus kendaraan, khususnya dari arah Solo menuju Yogyakarta.
Baca Juga: 3 Sumber Pendapatan Terbesar Pemerintah DI Yogyakarta 2025
Penulis: Pierre Rainer
Editor: Editor