Indonesia, Negara yang Pekerjanya Paling Minim Stres di Kawasan Asia Tenggara

Menurut laporan Gallup, pekerja Indonesia paling minim stres di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya dengan persentase 21% pada 2022.

Indonesia, Negara yang Pekerjanya Paling Minim Stres di Kawasan Asia Tenggara Ilustrasi pekerja Indonesia | Tirachardz/Freepik

Umumnya, stres dapat terjadi di mana saja, termasuk tempat kerja. Stres saat bekerja biasanya muncul karena adanya tekanan yang disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari beban atau waktu kerja yang berlebihan, atasan yang terlalu banyak menuntut dan tidak memberikan dukungan, lingkungan kerja yang tidak suportif, dan lainnya.

Perusahaan analitik data asal Amerika Serikat, Gallup telah merilis laporan mengenai persepsi pekerja di dunia terhadap pekerjaannya yang bertajuk State of Global Workplace 2023. Dalam laporan tahunan tersebut, Gallup mengkaji perkembangan karyawan di tempat kerja pada skala global, termasuk ketika sedang mengalami stres.

Hasilnya, 44% pekerja di dunia mengaku bahwa mereka merasa stres ketika sedang bekerja di kantor pada 2022, sama seperti tahun sebelumnya di 2021. Gallup mencatat, tingkat stres pada pekerja dunia meningkat dari tahun 2020 karena adanya pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Gallup melaporkan bahwa tingkat stres karyawan global telah meningkat secara signifikan selama lebih dari satu dekade. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi stres, namun Gallup menemukan bahwa atasan memiliki pengaruh yang besar terhadap tingkat stres para pekerja.

Persentase pekerja di Asia Tenggara yang merasa stres saat bekerja | Goodstats

Jika dilihat berdasarkan kawasan, ternyata pekerja Indonesia paling minim stres di antara negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Mengutip laporan, hanya ada 21% responden yang mengaku mengalami stres saat bekerja pada tahun 2022.

Angkanya tepat berada di bawah Malaysia dengan persentase pekerja yang merasa stres saat bekerja sebesar 25% responden. Sementara, Filipina menjadi negara yang pekerjanya paling banyak mengalami stres dengan persentase mencapai 45%.

Sehubungan dengan itu, Gallup melaporkan bahwa sebagian besar pekerja dunia (59%) kini tidak lagi melakukan sesuatu yang ekstra ketika bekerja (quiet quitting). Hal ini didasari atas kesadaran para pekerja untuk menghindari bekerja secara berlebihan karena dapat memunculkan stres.

Sementara, dari seluruh negara dan wilayah yang di survei, sebanyak 51% pekerja yang saat ini masih bekerja mengaku bahwa mereka sedang mencari pekerjaan baru. Peningkatan gaji merupakan faktor utama yang diinginkan para pekerja untuk pekerjaan mereka selanjutnya. Selain itu, kesejahteraan dan banyaknya peluang untuk berkembang juga sangat dicari-cari oleh pekerja di seluruh dunia.

Adapun, survei tersebut dilakukan terhadap 122.416 responden dari total 160 negara di dunia pada April hingga Maret 2022. Survei ini dilakukan melalui metode pengambilan sampel acak dengan tingkat kesalahan berkisar antara 0,4%-0,6% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Penulis: Nada Naurah
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Pasca Lebaran 2024, Jakarta Diprediksi Bakal Sepi Pendatang

Tahun ini, Dukcapil DKI Jakarta memperkirakan jumlah pendatang baru di Jakarta usai Lebaran hanya mencapai 15 ribu hingga 20 ribu orang.

Memantau Keakraban Anak Indonesia dan Internet

Dengan internet yang semakin akrab dengan anak-anak Indonesia, pengawasan dari semua pihak sangat dibutuhkan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X