Sarang burung walet adalah hasil dari air liur burung walet yang mengeras, terkenal sebagai suplemen nutrisi dengan nilai ekonomis yang tinggi. Komoditas ini memang tidak populer di dalam negeri dan cenderung rendah peminatannya. Namun di pasar internasional, permintaan sarang burung walet sangat tinggi. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara pengekspor terbesar.
Selama lima tahun terakhir, Indonesia telah mengekspor sarang burung walet ke 21 negara. Angka ekspor Indonesia bahkan mencapai 80% dari total produksi dunia, mengalahkan negara pemasok lainnya seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang hanya menutupi sebesar 20%-10%.
Pada tahun 2024, Indonesia telah mengekspor 1.219 ton sarang burung walet senilai US$551,5 juta. Nilai ekspor sarang burung walet Indonesia dalam wujud segar memang dinilai mengalami peningkatan pada periode 2020-2024, dengan ekspor tertinggi tahun 2023 senilai US$633,25 juta.
Menurut laporan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) berjudul Analisis Kinerja Perdagangan Sarang Burung Walet Semester II Tahun 2025, terdapat lima negara yang rutin mengimpor sarang burung walet dari Indonesia. Lantas, negara mana saja yang menjadi target ekspor sarang burung walet Indonesia?
5 Negara Tujuan Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia
Baca Juga: Pasang Surut Ekspor Hasil Pertanian dan Stagnansi Kesejahteraan Petani
China menjadi negara tujuan utama ekspor sarang burung walet Indonesia dengan pangsa nilai ekspor mencapai 77,74% pada tahun 2024, setara dengan US$428,7 juta. Angka tersebut meningkat dari tahun 2020, di mana saat itu Indonesia mengekspor US$416,7 juta sarang burung walet ke China.
Tingginya permintaan pasar terhadap sarang burung walet di China menjadi salah satu alasan besarnya ekspor ke negeri ini. Sarang burung walet sangat terkenal di kalangan penduduk China karena khasiat kesehatannya yang bukan hanya baik untuk tubuh tetapi juga untuk kecantikan.
Lebih lanjut, negara kedua yang menjadi target ekspor sarang burung walet Indonesia adalah Hong Kong dengan pangsa sebanyak 11,30% atau senilai US$62,3 juta. Terdapat penurunan 3,35% poin ekspor pada 2024, mengingat Indonesia pernah mengirim US$79,1 juta sarang burung walet ke Hong Kong pada tahun 2020.
Sementara itu, Vietnam menjadi target ekspor ketiga dengan nilai ekspor US$22 juta. Vietnam menunjukkan potensi pasar yang menjanjikan, tumbuh dari pangsa 0,23% pada 2020 menjadi 3,99% pada 2024.
Lebih lanjut, Singapura menempati posisi keempat dengan nilai ekspor sebanyak US$17,8 juta atau 3,23% pada tahun 2024. Posisi kelima ditutup oleh Amerika Serikat dengan pangsa nilai ekspor sebesar 2,67% atau US$14,7 juta.
Di luar lima negara di atas, Indonesia juga mengekspor sarang burung walet ke berbagai negara lainnya dengan total nilai US$5,8 juta pada tahun 2024, atau setara 1,06% dari total ekspor.
Baca Juga: 5 Provinsi Sentra Produksi Kopi Indonesia pada 2021-2025
Sumber:
https://satudata.pertanian.go.id/details/publikasi/946
Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor