Indonesia Jadi Negara Penyumbang Pasukan UNIFIL Terbanyak

Per Maret 2026, Indonesia jadi negara penyumbang prajurit UNIFIL terbanyak yaitu 755 personel, satu tingkat di atas Italia yang memiliki 754 personel.

Indonesia Jadi Negara Penyumbang Pasukan UNIFIL Terbanyak Potret Pasukan UNIFIL | UN Peacekeeping
Ukuran Fon:

Misi penjaga perdamaian dunia masih menjadi salah satu pilar penting dalam memastikan stabilitas global. Salah satunya adalah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibentuk pada 1978 untuk memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan.

Sebagai pasukan penjaga perdamaian, UNIFIL tidak dirancang untuk terlibat dalam pertempuran. Kehadirannya pun hanya dapat dilakukan dengan persetujuan negara tuan rumah. UNIFIL memiliki tujuan untuk memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, serta membantu pemerintah Lebanon memastikan kembalinya otoritas efektif di wilayah tersebut.

Komposisi pasukan UNIFIL pun mencerminkan kolaborasi global. Prajurit yang dikerahkan merupakan kontribusi dari puluhan negara, mulai dari Italia hingga Irlandia. Indonesia menjadi negara yang menyumbang pasukan UNIFIL terbanyak per Maret 2026.

Indonesia Kirim 755 Prajurit ke Lebanon

Baca Juga: Indonesia Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza, Pasukan Asing Pertama yang Capai Gaza

Per Maret 2026, Indonesia tercatat sebagai negara dengan kontribusi pasukan terbesar dalam misi ini.

Berdasarkan data Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Indonesia mengirimkan sebanyak 755 personel, disusul Italia dengan 754 personel, dan Spanyol sebanyak 658 personel. Di bawahnya terdapat India (642), Ghana (624), Prancis (605), Nepal (553), Malaysia (515), China (471), dan Irlandia (290).

Secara keseluruhan, UNIFIL diisi oleh 8.195 personal, yang terdiri dari 7.505 pasukan militer dan 173 staf perwira, dari 47 negara. Angka ini menunjukkan bahwa operasi perdamaian PBB sangat bergantung pada kerja sama lintas negara dalam menjaga stabilitas kawasan konflik.

Selisih antara Indonesia dan Italia yang hanya satu personel menunjukkan bahwa posisi sebagai kontributor terbesar bisa berubah sewaktu-waktu.

3 Prajurit Indonesia untuk UNIFIL Gugur

Di tengah kontribusi besar tersebut, kabar duka datang dari pasukan Indonesia yang bertugas di Lebanon. TNI mengonfirmasi bahwa tiga prajurit Indonesia gugur dalam menjalankan tugasnya pada akhir Maret 2026.

Adapun prajurit yang dikonfirmasi meninggal dunia pada Senin (30/3/2026) adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sebelumnya, satu prajurit TNI meninggal pada Minggu (29/3/2026) ketika serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan kedua prajurit yang meninggal pada hari Senin mengalami ledakan pada kendaraan saat mereka mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di Lebanon Selatan.

Pihak UNIFIL saat ini masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon,” ujar Aulia, dikutip dari Antara pada Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Simak Ragam Emosi dan Kekhawatiran Publik RI terhadap Konflik Iran dan AS-Israel

Sumber:

https://unifil.unmissions.org/en/unifil-troop-contributing-countries

Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor

Konten Terkait

Statistik Pertandingan Indonesia vs Bulgaria, Akurasi Tendangan Timnas Ada di Angka 33%

Indonesia mendominasi ball possession saat jumpa Bulgaria di final FIFA Series 2026 (30/3).

Skor 1-0 Hasil Pertandingan Indonesia vs Bulgaria, Timnas Garuda Harus Puas Sebagai Runner-up

Indonesia memperpanjang rekor gagal menang atas Bulgaria.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook