Publik dari seluruh dunia belakangan ini tengah dihadapkan dengan situasi geopolitik yang menegangkan, di mana Amerika Serikat (AS) selaku negara dengan peringkat militer terkuat nomor satu tahun 2026 menurut Global Fire Power (GFP) bersekutu dengan Israel untuk melancarkan operasi militer yang menargetkan beberapa titik strategis di Iran pada akhir Februari lalu sebagai buntut dari gagalnya negosiasi nuklir di Jenewa.
Tidak gentar, Iran menunjukkan kekuatannya kepada sekutu AS dan Israel, serangan balasan pun dilancarkan dengan peluncuran ratusan rudal balistik dan drone kepada sejumlah fasilitas militer AS di beberapa wilayah, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Bahrain, dan Israel.
Konflik ini dengan cepat menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan global, tak terkecuali di kalangan publik Indonesia. Untuk mengetahui dan memahami gambaran emosi dan kekhawatiran publik secara garis besar, GoodStats melakukan survei bertajuk Persepsi Publik Indonesia terhadap Perang Amerika - Israel dan Iran yang dilaksanakan pada 8-11 Maret 2026 dengan melibatkan 540 responden.
Ragam Emosi yang Dirasakan
Baca Juga: Analisis Sentimen dan Respons Indonesia terhadap Iran Vs Israel-AS
Rasa cemas menjadi emosi yang paling dominan dirasakan oleh responden dalam merespons perkembangan konflik dengan capaian 42,31%. Perasaan marah dan sedih jadi respons paling banyak selanjutnya dengan capaian masing-masing sebesar 14,9% dan 12,02%.
Respons cemas, marah, dan sedih yang diekspresikan oleh responden mencerminkan empati karena situasi ini bisa mengarah kepada krisis kemanusiaan. Terlebih, jika serangan melukai korban sipil atau bahkan memakan korban jiwa kelompok penduduk yang rentan.
Di sisi lain, sebanyak 10,7% responden merespons situasi dengan netral/biasa saja. Bahkan, sebanyak 1,20% responden mengaku tidak peduli. Hal ini mencerminkan bahwa perhatian atau fokus sebagian kecil responden tidak sepenuhnya terfokus pada konflik yang tengah terjadi.
Hal ini berbeda dengan 10,34% responden lainnya yang justru ketakutan. Ada juga yang merasa bingung dalam menyikapi konflik geopolitik ini dengan 7,33%.
Kekhawatiran Publik terhadap Konflik
Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran ini menimbulkan kekhawatiran publik apabila skala konflik semakin besar. Oleh karena itu, tak sedikit dari mereka yang mewaspadai segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Dengan menggunakan skala 1-6 yang dioperasionalkan sebagai “Tidak khawatir sama sekali” hingga “Sangat khawatir”, diketahui bahwa mayoritas responden memilih skala 4 dengan 33,82% dan skala 5 dengan 30,56%. Sementara itu, 19,35% responden memilih sangat khawatir dengan konflik yang terjadi. Hanya 2,17% responden yang merasa tidak khawatir sama sekali.
Secara keseluruhan, sebagian besar responden khawatir akan terkena imbas dari konflik ini terhadap kondisi Indonesia, terutama pada aspek ekonomi dan kebutuhan domestik.
Baca Juga: Survei GoodStats: Eskalasi Konflik Iran Vs AS-Israel dari Kacamata Publik Indonesia
Sumber:
https://goodstats.id/publication/survei-persepsi-publik-indonesia-terhadap-perang-amerika-israel-dan-iran-VxdUU
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor