Seberapa Besar PDB Negara-Negara ASEAN?

Indonesia berhasil mempertahankan statusnya sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN. Adapun PDB Indonesia mencakup sepertiga total PDB ASEAN pada 2021.

Seberapa Besar PDB Negara-Negara ASEAN? Mata uang negara-negara ASEAN | glen photo/Shutterstock

Bila dihitung berdasarkan produk domestik bruto (PDB), Indonesia berhasil meraih peringkat pertama negara dengan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) saat ini. Mengutip dari World Bank, Indonesia mencetak PDB sebesar 1.186,09 miliar dolar AS pada tahun 2021.

Nilai PDB negara-negara ASEAN tahun 2021 | GoodStats

PDB yang dihasilkan Indonesia diperkirakan mencakup sepertiga total PDB ASEAN. Adapun PDB ASEAN memiliki nilai total sebesar 3.343,36 miliar dolar AS sepanjang 2021.

Sementara itu, Thailand menduduki posisi ke-2 negara ASEAN dengan ekonomi terbesar. Total PDB yang dihasilkan Thailand sepanjang tahun 2021 mencapai 505,98 miliar dolar AS. Posisi ke-3 diraih oleh Singapura dengan total PDB sebesar 396,99 miliar dolar AS.

Berikutnya, posisi ke-4 dan ke-5 ditempati oleh Filipina dan Malaysia dengan total PDB masing-masing sebesar 394,09 dan 372,70 miliar dolar AS sepanjang tahun 2021.

Secara berurutan di posisi ke-6 hingga ke-10 diraih oleh Vietnam (362,64 miliar dolar AS), Myanmar (65,07 miliar dolar AS), Kamboja (26,96 miliar dolar AS), Laos (18,83 miliar dolar AS), dan Brunei Darussalam (14,01 miliar dolar AS).

Saat ini, Indonesia tengah melakukan pendalaman finansial untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat serta pemulihan berkelanjutan. Ekonomi Indonesia berhasil meningkat sebesar 3,7 persen pada akhir tahun 2021 seiringan dengan membaiknya kondisi pasca gelombang Covid-19 varian Delta.

Momentum ini kemudian berlanjut pada awal tahun 2022 ke angka 5 persen dibandingkan secara year-on-year (YoY). Berdasarkan laporan World Bank bertajuk Indonesia Economic Prospects (IEP) periode Juni 2022, ekonomi Indonesia diproyeksikan meningkat sebesar 5,1 persen pada tahun 2022 dan naik lagi menjadi 5,3 persen pada tahun 2023. Hal ini didorong oleh pelepasan permintaan yang terpendam, kepercayaan konsumen yang meningkat, serta situasi perdagangan yang lebih baik.

Di sisi lain, Indonesia diprediksi akan mengalami kenaikan rata-rata inflasi tahunan menjadi 3,6 persen dengan meningkatnya permintaan domestik serta harga komoditas yang lebih tinggi.

Stabilitas keuangan menjadi faktor pendukung yang krusial bagi sektor keuangan untuk menjalankan fungsi utamanya dalam mengalokasikan sumber daya secara efisien, mengukur, mengelola risiko, serta mendukung ekonomi riil.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Shopee Masih Jadi E-Commerce Pilihan Utama Masyarakat Indonesia
Artikel Selanjutnya Melihat Frekuensi dan Waktu Mayoritas Masyarakat Indonesia dalam Mengonsumsi Mi Instan
Konten Terkait