Musim mudik selalu identik dengan lonjakan permintaan tiket transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Persaingan mendapatkan kursi kerap membuat calon pemudik harus bergerak cepat. Menurut survei YouGov, sebagian besar warga memilih mengamankan tiket lebih awal untuk menghindari kehabisan atau lonjakan harga menjelang hari keberangkatan. Adapun survei ini melibatkan 2.012 responden berusia di atas 18 tahun melalui kuesioner daring pada November 2025.
Lebih rinci, sebanyak 38% responden menyatakan membeli tiket lebih dari satu minggu sebelum mudik. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan kategori waktu lainnya, menandakan meningkatnya kesadaran untuk merencanakan perjalanan lebih matang.
Baca Juga: Simak Ragam Makna Ramadan 2026 bagi Publik RI
Namun, perilaku last minute booking masih cukup besar. Tercatat 36% responden membeli tiket kurang dari satu minggu sebelum mudik, sementara 27% lainnya memilih membeli tepat satu minggu sebelum keberangkatan. Pola ini menunjukkan bahwa meskipun banyak yang sudah merencanakan lebih awal, sebagian masyarakat tetap menunda pembelian hingga mendekati hari H.
Jika dilihat lebih rinci, 21% responden membeli tiket 2–3 minggu sebelum mudik, dan 14% sudah mengamankan tiket sejak 1–3 bulan sebelumnya. Adapun yang merencanakan sangat jauh hari, yakni 4–6 bulan sebelum mudik, hanya sebesar 1%.
Pembelian secara daring kini jadi pilihan utama, dengan 46% responden memilih mengamankan tiket mudik Lebaran 2026 melalui perusahaan perjalanan online. Baru setelahnya, 23% responden memilih membeli tiket mudik langsung di terminal maupun stasiun, mencerminkan pergeseran pola transaksi yang kini serba cepat dan praktis.
Tidak hanya itu, 15% responden juga memilih membeli tiket melalui aplikasi perjalanan khusus, 8% mengandalkan travel agent, dan 6% menggunakan website daring.
Data di atas menegaskan bagaimana konsumen semakin sadar pentingnya perencanaan dini demi menghindari risiko kehabisan tiket, meski masih ada yang memilih fleksibilitas dan membeli tiket mendekati waktu keberangkatan. Temuan ini menjadi pengingat untuk konsumen yang hendak mudik bahwa momentum mudik selalu membawa lonjakan permintaan dan semakin mendekati hari keberangkatan, semakin tinggi pula potensi keterbatasan pilihan.
Sejalan dengan itu, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Franoto Wibowo mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan mengamankan tiket mudik yang tersedia.
“Kami mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan dan memanfaatkan tiket yang masih tersedia. Jangan menunggu mendekati hari keberangkatan karena penjualan terus bergerak dinamis,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Terbaru, hingga Minggu (22/2/2026) kemarin, sebanyak 488 ribu tiket kereta api telah terjual untuk periode keberangkatan 11 Maret-1 April 2026, dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen.
Baca Juga: Kendaraan Pribadi Masih Jadi Andalan Mudik 2026
Sumber:
https://yougov.com/articles/53908-indonesias-2026-ramadan-mudik-outlook-top-travel-periods-transport-modes-and-booking-methods
Penulis: Agnes Z. Yonatan