Harga emas Antam hari ini menjadi informasi yang banyak dicari masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang mempertimbangkan investasi logam mulia. Melansir dari Logam Mulia, harga emas Antam pada Senin, 15 Juni 2026, terpantau naik Rp18 ribu menjadi Rp2.729 juta per gram.
Pergerakan harga emas selalu menjadi perhatian karena logam mulia kerap dianggap sebagai aset safe haven. Saat kondisi ekonomi dan geopolitik dunia mengalami ketidakpastian, banyak investor memilih menyimpan kekayaan dalam bentuk emas untuk menjaga nilainya dalam jangka panjang.
Baca Juga: Usia Berapa Sebaiknya Mulai Investasi?
Harga Emas Antam Hari Ini, 15 Juni 2026
Berdasarkan pembaruan harga dari Logam Mulia, emas Antam ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.414.500. Sementara itu, harga emas Antam 1 gram yang menjadi ukuran paling populer berada di level Rp2.729.000 sebelum pajak.
Untuk ukuran yang lebih besar, emas Antam 2 gram dijual seharga Rp5.398.000, sedangkan ukuran 3 gram mencapai Rp8.072.000. Adapun emas Antam 5 gram dipasarkan dengan harga Rp13.420.000 dan ukuran 10 gram sebesar Rp26.785.000.
Bagi investor yang ingin membeli dalam jumlah lebih besar, harga emas Antam ukuran 25 gram tercatat Rp66.837.000, sementara ukuran 50 gram mencapai Rp133.595.000. Untuk ukuran 100 gram, harga yang berlaku hari ini berada di angka Rp267.112.000.
Sementara itu, emas Antam ukuran 250 gram dibanderol Rp667.515.000. Harga emas ukuran 500 gram telah menembus Rp1.334.820.000, sedangkan ukuran terbesar 1.000 gram atau 1 kilogram dipasarkan seharga Rp2.669.600.000 sebelum pajak.
Harga pembelian akan sedikit lebih tinggi setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyebab Naik Turunnya Harga Emas
Harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun pasar global. Salah satu faktor utama adalah ketidakpastian kondisi ekonomi dan geopolitik dunia. Saat terjadi konflik, perlambatan ekonomi, atau ancaman resesi, investor cenderung mengalihkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas. Kondisi ini biasanya mendorong kenaikan harga logam mulia.
Selain itu, mekanisme penawaran dan permintaan juga berperan penting. Ketika permintaan emas meningkat, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika pasokan lebih besar dibandingkan kebutuhan pasar, harga dapat mengalami penurunan.
Faktor lain yang tak kalah berpengaruh adalah kebijakan moneter Amerika Serikat. Keputusan The Fed terkait suku bunga sering menjadi acuan pasar global. Penurunan suku bunga biasanya membuat emas lebih menarik dibandingkan instrumen berbasis dolar AS.
Inflasi juga menjadi salah satu alasan banyak orang berinvestasi emas. Ketika nilai uang tergerus inflasi, emas sering dianggap mampu mempertahankan daya beli dalam jangka panjang. Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi harga emas di Indonesia. Saat rupiah melemah, harga emas domestik umumnya ikut menguat.
Karena itu, memantau harga emas Antam hari ini secara rutin dapat membantu investor menentukan waktu yang tepat untuk membeli maupun menambah koleksi logam mulia sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.
Baca Juga: Investasi Jangka Panjang untuk Gen Z, Emas Jadi Pilihan Terpopuler
Sumber:
https://www.logammulia.com/id/harga-emas-hari-ini
Penulis: Raka Adichandra
Editor: Muhammad Sholeh