Hingga kini, padi masih menjadi komoditas utama yang dihasilkan oleh pertanian lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Setiap tahunnya diperlukan kisaran 30–31 juta ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Sebagai komoditas utama yang menjadi sumber bahan pangan pokok, produksi padi yang produktif merupakan salah satu upaya untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Meskipun mayoritas daerah di Indonesia mampu menghasilkan padi, pulau Jawa merupakan daerah penghasil padi terbesar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi kumulatif tertinggi di tahun 2025 untuk wilayah Jawa Timur dipegang oleh Kabupaten Lamongan dengan 879.994 ton gabah kering giling (GKG).
Menyusul pada peringkat kedua, Kabupaten Bojonegoro berhasil memproduksi 879.685 ton gabah kering giling, hanya 309 ton lebih sedikit dari Kabupaten Lamongan.
Baca Juga: Jawa Timur Jadi Sentra Penghasil Pepaya, Produksinya Capai 12 Juta Kuintal pada 2025
Peringkat ketiga dipegang oleh Kabupaten Ngawi yang menghasilkan 772.571 ton gabah kering giling, disusul oleh Kabupaten Jember pada angka 679.514 ton gabah kering giling.
Pada bangku kelima, Kabupaten Tuban juga menunjukkan produktivitas sektor pertaniannya dengan menghasilkan 577.964 ton gabah kering giling.
Dua daerah terakhir yang termasuk dalam peringkat tujuh besar penghasil padi terbesar di Jawa Timur untuk tahun 2025 adalah Madiun dan Kabupaten Banyuwangi.
Madiun berada pada peringkat keenam dengan hasil produksi padi sebanyak 480.264 ton GKG. Kemudian, daftar ini ditutup oleh Kabupaten Banyuwangi yang menyusul dengan 453.636 ton gabah kering giling.
Enam dari tujuh daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur merupakan daerah kabupaten dengan wilayah pertanian yang masih luas, yaitu Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, Jember, Tuban, dan Banyuwangi.
Menariknya, meskipun bukan merupakan daerah penghasil beras terbesar pada tahun 2025, secara umum Kabupaten Ngawi menjadi salah satu daerah lumbung padi utama yang menjadi sentra produksi padi nasional.
Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Produksi Padi Suatu Daerah?
Terdapat beberapa faktor utama yang mempengaruhi kemampuan produksi padi suatu daerah. Faktor pertama adalah luas area sawah. Semakin luas lahan, maka potensi produksi padi lebih tinggi. Daerah-daerah yang lahannya telah banyak dialihfungsikan ke sektor non-pertanian akan cenderung mengalami penurunan produksi.
Faktor lain yang memengaruhi produktivitas produksi padi adalah teknologi budidaya yang digunakan. Jika mampu mengintegrasikan teknologi modern untuk memaksimalkan hasil tanamnya, misalnya pada sistem irigasi dan pengendalian hama, produksi padi juga akan meningkat.
Pemilihan varietas padi yang unggul juga akan meningkatkan produksi padi. Petani dapat menggunakan benih unggul yang mampu menyesuaikan dengan kondisi alam setiap daerah.
Dengan menyesuaikan kecocokan karakter benih dengan kondisi iklim dan potensi ancaman hama di daerah masing-masing, potensi pertumbuhan padi dapat dimaksimalkan dan risiko gagal panen dapat ditekan.
Baca Juga: Banyuwangi Jadi Kabupaten Terluas di Jawa Timur
Sumber:
https://jatim.bps.go.id/id/statistics-table/2/NTc5IzI=/produksi-padi-menurut-kabupaten-kota.html