Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan 37 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada 2026. Dari jumlah tersebut, 17 SNT siap beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, sementara 20 SNT lainnya masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan mulai menerima murid baru pada 2027.
Sebanyak 17 SNT yang siap beroperasi telah membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada 12–27 Juli 2026. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan mengintegrasikan pendidikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan.
Lantas, seperti apa konsep Sekolah Nasional Terintegrasi, di mana saja lokasinya, dan bagaimana jumlah murid serta perkembangan pembangunan SNT pada 2026?
Baca Juga: Ini Daftar Sekolah Internasional Terbaik di Asia Versi CEOWORLD, Adakah dari Indonesia?
Apa Itu Sekolah Nasional Terintegrasi?
Melansir laman resmi Kemendikdasmen, Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program Kemendikdasmen yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan bermutu sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan. Pemerintah tidak hanya merancang SNT sebagai pembangunan sekolah baru, tetapi juga menjadikannya sebagai pusat pengembangan mutu pendidikan di wilayah sekitar.
Dalam pelaksanaannya, SNT mengintegrasikan layanan pendidikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem. Integrasi tersebut mencakup pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta murid, pemanfaatan fasilitas, hingga sistem penjaminan mutu.
Kemendikdasmen juga merancang SNT sebagai katalisator bagi sekolah di sekitarnya. Dengan demikian, manfaat keberadaan SNT tidak hanya dirasakan oleh murid yang bersekolah di dalamnya, tetapi juga sekolah lain melalui pengimbasan praktik baik, pendampingan, peningkatan kompetensi guru, serta pemanfaatan sumber belajar dan fasilitas secara bersama.
17 Sekolah Nasional Terintegrasi Tersebar di Mana Saja?
Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 17 SNT mulai memberikan layanan pendidikan. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Sulawesi Tenggara dan Jambi.
Berikut daftar 17 SNT yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027:
Penentuan lokasi SNT dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi pengusulan, telaah dokumen, verifikasi dan validasi lapangan, hingga konfirmasi kesiapan lahan bersama pemerintah daerah.
Berdasarkan persebarannya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Jambi menjadi provinsi yang memiliki lebih dari satu SNT, masing-masing sebanyak dua sekolah.
Sementara itu, provinsi lain seperti Aceh, Gorontalo, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara masing-masing memiliki satu SNT.
Setiap SNT memiliki kapasitas awal 80 murid yang terdiri dari 40 murid SMP dan 40 murid SMA. Dengan 17 SNT yang mulai beroperasi, total daya tampung awal mencapai 1.360 murid.
Seperti Apa Sistem Pendidikan di SNT?
SNT tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung sekolah. Kemendikdasmen merancangnya sebagai ekosistem pendidikan yang menggabungkan penguatan akademik, karakter, talenta, teknologi, serta potensi daerah.
Sistem pendidikan di SNT memadukan tiga kurikulum. Pertama, kurikulum nasional sebagai fondasi pembelajaran. Kedua, kurikulum kekhasan sekolah sebagai penguat. Ketiga, kurikulum berbasis konteks lokal yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerah.
Pendekatan tersebut memungkinkan setiap SNT mengembangkan keunggulan sesuai potensi wilayahnya. Misalnya, sekolah dapat mengembangkan pembelajaran yang berkaitan dengan pertanian, perikanan, teknologi, koding, dan kecerdasan artifisial (AI) sesuai kebutuhan daerah.
Selain itu, SNT menerapkan pendekatan STEAMS yang mencakup sains, teknologi, teknik, seni, matematika, dan olahraga. Pendekatan tersebut dipadukan dengan pembelajaran mendalam (deep learning), digitalisasi pembelajaran, serta pengayaan berperspektif global.
Untuk mendukung sistem pendidikan tersebut, SNT dilengkapi berbagai fasilitas yang menunjang proses belajar sekaligus pengembangan bakat dan minat murid. Berikut fasilitas yang disiapkan di setiap SNT:
1. Smart Classroom dan Green School
- Ruang belajar yang ramah lingkungan dan aman bagi murid.
- Desain ruang yang modular dan fleksibel untuk mendukung berbagai metode pembelajaran.
- Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
2. World-Class Laboratories
- Laboratorium sains yang mencakup biologi, fisika, kimia, dan bioteknologi.
- Laboratorium komputer dan kecerdasan artifisial (AI).
- Laboratorium bahasa.
- Lahan pengembangan keterampilan di bidang pertanian dan peternakan.
- Fasilitas laboratorium yang dirancang sesuai standar internasional.
3. Future Library and Learning Commons
- Akses terhadap e-journal global untuk mendukung kegiatan riset dan pembelajaran.
- Ruang diskusi dan co-working bagi murid.
- Fasilitas pembelajaran yang dirancang dengan standar internasional.
4. Creative Arts and Studio
- Studio musik tradisional dan modern.
- Studio seni rupa.
- Studio tari dan teater.
- Auditorium untuk kegiatan seni dan pertunjukan.
5. Teacher's Innovation Hub
- Ruang kerja bersama (co-working space) untuk mendukung kolaborasi guru.
- Sistem digital untuk menunjang aktivitas dan pengembangan profesional guru.
- Ruang kolaborasi guru melalui Pusat Pelatihan GTK.
6. International Sport Center
- Lapangan sepak bola dan basket.
- Kolam renang.
- Track and field untuk aktivitas atletik.
- GOR multifungsi untuk tenis, bulu tangkis, voli, dan olahraga lainnya.
Pemerintah Targetkan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi hingga 2029
Pembangunan 37 SNT pada 2026 menjadi tahap awal dari target pemerintah untuk memperluas layanan pendidikan bermutu melalui program ini.
Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 500 layanan Sekolah Nasional Terintegrasi secara bertahap sampai 2029. Target tersebut menunjukkan bahwa 17 SNT yang mulai beroperasi saat ini baru menjadi bagian awal dari pengembangan program dalam skala nasional.
Selain menambah jumlah sekolah, pemerintah mengarahkan SNT agar menjadi pusat peningkatan mutu pendidikan di daerah. Dengan demikian, keberadaan SNT diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas melalui pengembangan kompetensi guru, berbagi praktik baik, pemanfaatan fasilitas pendidikan, dan penguatan ekosistem pembelajaran dengan sekolah-sekolah di sekitarnya.
Dengan target 500 layanan hingga 2029, perkembangan SNT selanjutnya akan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama dari sisi persebaran lokasi, kapasitas murid, kesiapan fasilitas, serta dampaknya terhadap pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah Indonesia.
Baca Juga: 10 Daerah dengan Rata-Rata Lama Sekolah Tertinggi di Jawa Timur 2025
Sumber:
https://snt.kemendikdasmen.go.id/sekolah