Aktivitas fisik semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat lintas usia dan jenis kelamin. Minat terhadap olahraga pun kian beragam, tidak lagi terbatas pada satu dua jenis saja. Mulai dari bersepeda dan berlari, hingga mendaki gunung dan latihan angkat beban, berbagai pilihan aktivitas kini diminati sesuai preferensi dan kebutuhan masing-masing individu.
Laporan tahunan Strava bertajuk Year In Sport: Trend edisi ke-12 menunjukkan bahwa olahraga lari, terutama maraton, masih menjadi primadona bagi para pengguna Strava. Strava sendiri merupakan aplikasi yang mendukung gaya hidup aktif dengan lebih dari 180 juta pengguna di lebih dari 185 negara.
Peserta Lomba Lari Berdasarkan Generasi
Baca Juga: Lari Jadi Gaya Hidup Baru, Sepatu Lari Kian Laris pada 2025
Laporan tersebut menunjukkan pada kategori jarak 5 kilometer, partisipasi Gen Z mendominasi dengan proporsi 38%, disusul oleh Gen Y dengan 28%, dan Gen X sebanyak 16%.
Untuk kategori jarak 10 kilometer, partisipan dari Gen Z kembali unggul dengan porsi 39%. Sementara, partisipasi Gen Y dan Gen X, masing-masing adalah 18% dan 7%.
Pada kategori half marathon (21,1 kilometer), partisipasi dari Gen Z juga paling tinggi dengan 31%, diikuti dengan Gen Y sebanyak 11%. Sisanya, sebanyak 2% merupakan partisipan dari Gen X.
Menariknya, pada kategori marathon (42,2 kilometer), Gen X tercatat tidak terlibat menjadi partisipan, sementara porsi partisipan dari Gen Z jadi yang terbesar dengan 33% dan porsi Gen Y yang bergabung sebanyak 10%.
Secara keseluruhan, Gen Z jadi generasi paling mendominasi partisipasi lomba lari. Hal ini terjadi karena sejumlah faktor, termasuk kecenderungan Gen Z yang kian mengurangi aktivitas berselancar di media sosial, sebagaimana yang disampaikan oleh CEO Strava, Michael Martin.
“Sebagai kelompok dengan pertumbuhan tercepat di Strava, kami melihat Gen Z mencari pengalaman nyata, bukan waktu layar yang lebih panjang. Mereka sedang membentuk ulang tatanan hidup, dan kami berkomitmen membangun platform untuk menjaga para pengguna tetap terhubung dan bergerak bersama di masa yang akan datang,” ujarnya pada Rabu (3/12/2025), mengutip Strava.
Menariknya, 75% Gen Z menjadikan ajang lomba lari sebagai motivasi utama mereka untuk berolahraga, jauh lebih tinggi dibanding generasi lain.
Jenis Kelamin Peserta Maraton
Data di atas menunjukkan bahwa pada kategori half marathon, partisipan wanita cenderung mendominasi dengan 34% dibandingkan pria yang sebesar 29%.
Meski begitu, pada kategori marathon, partisipan pria masih lebih unggul dengan 20%, sementara wanita hanya sebanyak 12%.
Strava juga mencatat hari terbaik untuk melakukan lari jarak jauh adalah Sabtu. Buktinya, sebanyak 68% pelari yang menjadwalkan lari pada hari tersebut cenderung paling konsisten dalam mengeksekusi rencana aktivitas fisiknya.
Bagaimana Para Pelari di Strava Menilai Kebugaran?
Melalui survei Strava, para pelari diminta menilai tingkat kebugaran mereka ke dalam beberapa kategori. Hasilnya, sebagian besar berada di level menengah dengan 34%. Kelompok ini digambarkan sebagai pelari yang sudah cukup konsisten berlari dan merasa kondisi fisiknya stabil.
Di posisi berikutnya, ada 26% responden yang mengklaim sebagai pelari pemula. Kelompok ini digambarkan belum berolahraga secara rutin. Lalu 17% lainnya adalah pelari yang baru menggunakan Strava dan belum mengetahui level kebugaran mereka.
Kategori berikutnya adalah pelari lanjutan, yang mencakup 13% responden. Mereka biasanya sudah berlatih lebih intens dan memiliki kondisi fisik yang lebih kuat.
Sementara itu, 8% pelari merasa tidak yakin dan tergolong sebagai pengguna lama yang kembali aktif sehingga belum bisa menilai kondisi kebugarannya saat ini.
Di kategori kebugaran paling atas, terdapat 2% pelari dengan level elite, yaitu atlet berperforma tinggi. Sisanya, 1% berada di level elite plus, kategori tertinggi bagi pelari dengan performa yang sangat kuat.
Strava menyebarkan survei kepada 30.494 responden yang merupakan anggota komunitas Strava dan sampel acak dari individu yang aktif berolahraga, tetapi bukan pengguna. Pengumpulan data dan analisis dilakukan dari 1 September 2024 hingga 30 Agustus 2025.
Baca Juga: Kesehatan dan Kebugaran Jadi Prioritas Gaya Hidup Modern
Sumber:
https://press.strava.com/id/articles/strava-releases-12th-annual-year-in-sport-trend-report-2025
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor