Pada Kamis, 12 Maret 2026 harga emas di pasar domestik bergerak naik secara keseluruhan, meski terdapat koreksi kecil pada beberapa produk. Berdasarkan data resmi dari laman Sahabat Pegadaian, pada pukul 09.00 WIB, menunjukkan harga emas UBS naik menjadi Rp 3.113.000 per gram dan Galeri24 ke Rp 3.098.000 per gram.
Sementara itu, berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam sedikit melemah ke Rp 3.042.000 per gram. Penurunan ini menunjukkan adanya koreksi harga setelah pergerakan pada hari sebelumnya yang relatif lebih tinggi.
Emas menjadi instrumen investasi andal (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi, sehingga pergerakan harganya penting dipantau. Di sisi lain, perubahan kurs dan kondisi global ikut mempengaruhi harga logam mulia hari ini.
Berikut daftar harga emas per gram berdasarkan beratnya (termasuk PPh 0,25%) pada Kamis, 12 Maret 2026:
Daftar Harga Emas Berdasarkan Berat
Baca Juga: Harga BBM Non-Subsidi Naik Per 1 Maret 2026, Ini Daftar Harga Terbaru di SPBU Indonesia
Perubahan harga emas pada Kamis (12/3/2026) menunjukkan pergerakan yang bervariasi di antara beberapa produk emas batangan. Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat mengalami penurunan sebesar Rp45.000, dari Rp3.087.000 pada Rabu (11/3/2026) menjadi Rp3.042.000.
Penurunan ini setara dengan sekitar 1,46 persen. Meskipun demikian, fluktuasi harga emas seperti ini merupakan hal yang umum terjadi karena dipengaruhi oleh dinamika pasar global maupun domestik.
Di sisi lain, harga emas dari merek lain justru mengalami kenaikan. Emas Galeri24 ukuran 1 gram naik Rp15.000 dari Rp3.083.000 menjadi Rp3.098.000 atau meningkat sekitar 0,49 persen. Selain itu, emas UBS ukuran 1 gram juga mencatat kenaikan sebesar Rp7.000, dari Rp3.106.000 menjadi Rp3.113.000 atau sekitar 0,23 persen.
Perbedaan pergerakan harga ini menunjukkan bahwa setiap produsen emas memiliki mekanisme penentuan harga yang berbeda, meskipun sama-sama dipengaruhi oleh tren harga emas global.
Faktor Penyebab Harga Emas Naik
Pergerakan harga emas hari ini dipengaruhi oleh faktor domestik dan global. Beberapa faktor utama meliputi:
Pengaruh Harga Emas Dunia
Di pasar global, harga emas sebenarnya tercatat turun tipis 0,4% menjadi sekitar USD 5.169,02 per ounce pada Kamis (12/3/2026). Pelemahan ini dipicu oleh penguatan indeks dolar AS (turun 0,4%) dan kekhawatiran bahwa inflasi AS masih cukup tinggi. Namun, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mempengaruhi permintaan terhadap emas sebagai aset aman (safe haven). Misalnya, serangan Iran terhadap kapal dagang di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak sekitar 4%. Ketidakpastian pasokan minyak (Iran ancam harga minyak USD 200 per barel) dapat mendorong investor mencari alternatif lindung nilai, termasuk logam mulia.
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar
Nilai tukar rupiah juga mempengaruhi harga emas domestik. Pada awal Maret 2026, rupiah sempat melemah menembus kisaran Rp16.892 per USD. Pelemahan ini disebabkan oleh ketegangan geopolitik konflik Timur Tengah dan sentimen negatif lembaga pemeringkat yang menekan keyakinan pasar. Rupiah yang melemah membuat harga emas (dihargai dalam USD) menjadi lebih mahal dalam rupiah. Dalam kondisi ini, masyarakat dan investor cenderung menambah porsi tabungan emas untuk melindungi nilai kekayaan dari fluktuasi kurs.
Sentimen Pasar dan Kondisi Ekonomi
Secara umum, ketidakpastian ekonomi global meningkatkan daya tarik emas. Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak pasar. Misalnya, pengamat pasar mencatat bahwa emas kerap menjadi alat "safe haven" saat perang atau krisis, meskipun kurang menarik bila suku bunga tinggi. Sementara itu, tren inflasi global yang mulai melandai membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter. Analis pasar memprediksi The Fed (AS) akan mulai menurunkan suku bunga di paruh kedua 2026. Ekspektasi kebijakan moneter longgar ini umumnya menguntungkan harga emas dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Bank Indonesia hingga kini mempertahankan BI Rate rendah (4,75%) sambil memantau risiko inflasi dan global. Kondisi inflasi domestik terkendali juga mendukung pemulihan ekonomi tanpa menekan harga-harga secara ekstrim. Namun, investor perlu tetap waspada terhadap data ekonomi penting (misalnya data inflasi dan kebijakan suku bunga AS) yang akan dirilis dalam beberapa waktu mendatang. Oleh karena itu, pengamat menyarankan pemantauan rutin terhadap harga emas dan kurs valuta asing.
Baca Juga:Transaksi Kripto RI Capai US$26 Miliar pada 2025, Ini Aset Favorit Investor!
Sumber:
https://sahabat.pegadaian.co.id/harga-emas
https://logammulia.com/id/harga-emas-hari-ini
Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira