10 Wilayah dengan Udara Terbersih di Indonesia

Data ISPU terbaru mengungkap daerah dengan kualitas udara terbaik serta kondisi lingkungan paling sehat nasional.

10 Wilayah dengan Udara Terbersih di Indonesia Ilustrasi Alam dengan Udara Bersih | Pinterest
Ukuran Fon:

Gambaran kualitas udara di Indonesia dapat dilihat melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang digunakan untuk menunjukkan kondisi mutu udara ambien di suatu wilayah.

ISPU disusun berdasarkan tujuh parameter utama, yaitu PM10, PM2.5, SO₂, NO₂, CO, O₃, dan hidrokarbon (HC), yang memiliki pengaruh langsung terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Berdasarkan kategori ISPU, kualitas udara bersih umumnya berada pada rentang nilai 0–50 yang menunjukkan kondisi udara baik dan relatif aman untuk aktivitas masyarakat.

Pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala melalui stasiun pemantauan otomatis yang menyajikan data secara real time agar mudah dipahami oleh publik.

Informasi ISPU juga berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengendalikan risiko pencemaran udara serta menjaga kualitas lingkungan hidup.

10 Wilayah dengan Standar Udara Paling Bersih

Cilegon Menempati Posisi Pertama dengan Nilai ISPU 1 | GoodStats
Cilegon Menempati Posisi Pertama dengan Nilai ISPU 1 | GoodStats

Kota Cilegon menempati posisi pertama dengan ISPU sebesar 1, yang menunjukkan kualitas udara sangat bersih dan aman bagi kesehatan masyarakat. Papua berada di posisi kedua dengan nilai 6, diikuti Kabupaten Kutai Barat dengan nilai 7 yang juga mencerminkan tingkat pencemaran udara sangat rendah.

Kota Malang menempati urutan keempat dengan nilai 18, menunjukkan udara masih berada dalam kategori baik. Ternate berada di posisi berikutnya dengan nilai 19 yang menandakan kualitas udara relatif bersih dan nyaman untuk aktivitas luar ruangan.

Kabupaten Lampung Selatan dan Kalimantan Tengah sama-sama mencatat nilai ISPU sebesar 20, menempatkan keduanya dalam kelompok wilayah dengan kualitas udara sehat. 

Kota Tarakan dan Kota Bontang menyusul dengan nilai ISPU masing-masing sebesar 21, yang masih termasuk dalam kategori udara baik. 

Kota Mojokerto melengkapi daftar sepuluh besar dengan nilai ISPU sebesar 22 yang tetap menunjukkan kondisi udara relatif bersih. 

Secara keseluruhan, seluruh wilayah dalam daftar ini memiliki nilai ISPU di bawah 50 yang menandakan mutu udara masih berada dalam kategori baik. 

Kondisi ini menunjukkan keberhasilan pengendalian pencemaran udara di beberapa daerah Indonesia.

Faktor seperti rendahnya aktivitas industri berat, keberadaan ruang terbuka hijau, serta kondisi geografis turut berperan dalam menjaga kualitas udara. 

Informasi ini juga menjadi indikator penting bagi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Pentingnya Menjaga Kualitas Udara untuk Kesehatan dan Lingkungan

Menjaga kualitas udara merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan manusia sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Udara yang bersih dapat mengurangi risiko berbagai penyakit seperti gangguan pernapasan, alergi, hingga penyakit kronis yang disebabkan oleh paparan polutan. 

Kualitas udara yang baik juga berperan dalam meningkatkan kenyamanan, produktivitas, serta kualitas hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan. 

Sebaliknya, paparan polutan udara baik dari aktivitas industri, asap rokok, maupun bahan kimia berbahaya dapat menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. 

Upaya menjaga kualitas udara dapat dilakukan melalui peningkatan ventilasi, pengurangan sumber polusi, serta penerapan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan. 

Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan udara juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Dengan menjaga kualitas udara, masyarakat dapat mendukung terciptanya ekosistem yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Baca Juga: Pembakaran Sampah Jadi Sumber Utama Mikroplastik Polimer di Udara 2025

Sumber:

https://ispu.menlhk.go.id/webv5/#/peta

Penulis: Angel Gavrila
Editor: Editor

Konten Terkait

Pernikahan Anak Masih Marak, 19% Pemuda Indonesia Kawin di Bawah Usia 19 Tahun

Sebanyak 19% pemuda Indonesia masih mengalami pernikahan anak pada 2025, mayoritas adalah perempuan.

Kabar Baik, 74% Pemuda Indonesia Bukan Perokok

Sebanyak 74% pemuda Indonesia berusia 16-30 tahun tercatat tidak memiliki kebiasaan merokok pada 2025, meski 23,48% lainnya aktif merokok setiap hari.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook