Sosial

BPJS Jadi Andalan, Mengapa Asuransi Swasta Dianggap Kurang Meyakinkan?

Asuransi kesehatan jadi prioritas Gen Z dan Milenial dengan persentase keseluruhannya mencapai 33%.

BPJS Jadi Andalan, Mengapa Asuransi Swasta Dianggap Kurang Meyakinkan?

Ilustrasi Asuransi | iStock/Sommart

Saat ini masyarakat dapat dengan mudah memperoleh perlindungan jaminan sosial yang salah satunya dapat diakses melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Lembaga yang dibentuk oleh pemerintah ini menyediakan dua jenis kategori yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, terdapat beragam asuransi swasta yang menawarkan lebih banyak jenis kategorinya sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Persentase Kepemilikan Asuransi di Kalangan Milenial dan Gen Z | GoodStats
Persentase Kepemilikan Asuransi di Kalangan Milenial dan Gen Z | GoodStats

Baca Juga: Daftar Asuransi Pilihan Masyarakat Indonesia

Berdasarkan survei Indonesia Millenial and Gen Z Report 2027 oleh IDN Research Institute, persentase kepemilikan asuransi di kalangan Milenial dan Gen Z didominasi oleh jenis asuransi kesehatan yakni dimiliki oleh 29% Gen Z dan 36% Milenial. Asuransi jiwa menyusul di peringkat kedua, menjangkau 12% Gen Z dan 28% Milenial, diikuti asuransi kendaraan dengan persentase kepemilikan sebesar 13% pada Gen Z dan 20% pada Milenial.

Kategori asuransi pendidikan menjadi satu-satunya jenis di mana angka partisipasi Gen Z justru lebih tinggi, yakni sebesar 12%, dibandingkan dengan Milenial yang hanya berada di angka 8%.

Sementara itu, asuransi perjalanan menempati posisi paling rendah dari seluruh kategori yang disurvei, dengan tingkat kepemilikan hanya menyentuh 6% untuk kalangan Gen Z dan 12% untuk kalangan Milenial.

Meski begitu, hasil survei menyatakan bahwa mayoritas Milenial dan Gen Z masih belum memiliki asuransi, persentase keduanya mencapai 48%.

Mengapa Milenial dan Gen Z Tidak Membeli Asuransi Non-BPJS?

Alasan Utama Milenial dan Gen Z Tidak Membeli Asuransi Non-BPJS | GoodStats
Alasan Utama Milenial dan Gen Z Tidak Membeli Asuransi Non-BPJS | GoodStats

Alasan utama Milenial dan Gen Z tidak membeli asuransi non-BPJS pada tahun 2026 adalah karena responden lebih mengandalkan program kesehatan pemerintah. Tercatat sebanyak 37% dari mereka menyatakan telah merasa cukup terlindungi oleh BPJS.

Selain itu, faktor keterbatasan finansial cukup menjadi hambatan, dengan 32% responden terpaksa memprioritaskan kebutuhan lain karena keuangan yang terbatas. Dengan persentase yang sama, 32% responden juga beralasan bahwa mereka belum merasa butuh untuk memiliki asuransi tambahan. Faktor biaya ini semakin dipertegas oleh 27% responden lainnya yang menganggap premi asuransi swasta tersebut terlalu mahal.

Di sisi lain, 17% generasi muda merasa ragu terhadap kredibilitas penyelenggara asuransi dan belum menemukan kecocokan produk. Selanjutnya 17% responden juga merasa khawatir klaimnya sulit atau mungkin tidak dibayarkan. Sedangkan terdapat 9% responden yang menilai prosesnya dianggap rumit, disusul oleh 8% yang tidak percaya pada perlindungan asuransi.

Di urutan terbawah, kendala akses informasi dan rekam jejak masa lalu melengkapi daftar alasan tersebut. Tercatat 7% menyatakan tidak ada sumber terpercaya untuk berkonsultasi dan 6% terakhir enggan membeli karena pernah memiliki pengalaman buruk dengan asuransi.

Adapun survei ini dilakukan terhadap 628 responden yang berasal dari kelompok Milenial (279 responden) dan Gen Z (349 responden). Mayoritas responden merupakan perempuan (52%) dan berasal dari Pulau Jawa khususnya daerah Jabodetabek dengan persentase mencapai 36%.

Baca Juga: Deretan Penyakit ini Dianggap Perlu Masuk Cakupan Asuransi Kesehatan

Sumber:

https://www.indonesiasummit.com/id

Penulis: Silmi Hakiki Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?