Awal 2026 dibuka dengan sinyal kewaspadaan lingkungan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran titik panas di sejumlah wilayah Indonesia.
Data per 24 Januari 2026 menunjukkan kemunculan hotspot di tujuh provinsi, yang mengindikasikan potensi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi ini menempatkan pemantauan dini dan kesadaran publik sebagai kunci pencegahan risiko karhutla.
Sebaran Titik Panas di Indonesia Awal 2026
Baca Juga: Jawa Barat Jadi Provinsi yang Paling Sering Alami Cuaca Ekstrem
Sebaran titik panas di Indonesia pada awal 2026 menunjukkan sinyal kewaspadaan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Data BMKG per 24 Januari 2026 mencatat titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebar di tujuh provinsi.
Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 10 titik, menjadikannya sorotan utama.
Aceh menyusul di posisi kedua dengan 5 titik panas, sementara Maluku Utara mencatat 2 hotspot.
Provinsi lain seperti Riau, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Nusa Tenggara Timur masing-masing terpantau 1 titik panas.
Meskipun jumlahnya relatif kecil, keberadaan hotspot di wilayah tersebut tetap menunjukkan potensi risiko kebakaran.
Sebaran ini menegaskan pentingnya pemantauan satelit sebagai sistem peringatan dini karhutla.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.
Kalimantan Barat dan Aceh Jadi Sorotan Utama
Kalimantan Barat dan Aceh menjadi sorotan utama dalam sebaran titik panas di Indonesia pada awal 2026. Kondisi cuaca yang relatif cerah dengan suhu maksimum hingga 35 derajat Celcius di Kalimantan Barat turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Aceh berada di posisi kedua dengan 5 titik panas yang terdeteksi, tersebar di beberapa wilayah seperti Aceh Tengah dan sekitarnya.
Temuan ini menegaskan bahwa Kalimantan Barat dan Aceh menjadi wilayah prioritas kewaspadaan dini karhutla, seiring kombinasi cuaca panas, kelembaban tertentu, dan aktivitas manusia yang berpotensi memicu kebakaran.
Peringatan Dini BMKG dan Ajakan Menjaga Lingkungan
BMKG mengeluarkan peringatan dini seiring terdeteksinya sejumlah titik panas di berbagai provinsi pada awal 2026. Kondisi cuaca cerah hingga berawan dengan suhu tinggi di beberapa wilayah meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama di area rawan karhutla.
Peran aktif warga sangat penting dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sekitar. Langkah sederhana seperti tidak membakar lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan dapat mencegah bencana yang lebih besar.
Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sejak dini
Baca Juga: 86% Publik RI Yakin Cuaca Ekstrem Meningkat pada 2026
Sumber:
https://x.com/InfoHumasBMKG/status/2015226651488231763
Penulis: Angel Gavrila
Editor: Editor