Tingkat inklusi keuangan di Indonesia terus menunjukkan perkembangan dari tahun ke tahun seiring dengan masifnya digitalisasi perbankan. Kendati demikian, tantangan pemerataan akses layanan keuangan bagi seluruh masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening bank (unbanked) masih tercatat dalam jumlah puluhan juta jiwa, yang kemudian beririsan dengan rencana besar pemerintah meluncurkan program pembukaan rekening massal.
Baca Juga: Bank Teraman di Indonesia 2026: Kriteria, Indikator, dan Contoh Bank dengan Reputasi Kuat
Perbandingan Penduduk Belum Punya Rekening vs Program Pemerintah
Untuk melihat gambaran komprehensif mengenai kondisi kepemilikan rekening perbankan di tanah air, berikut adalah perbandingan data populasi unbanked dan target kebijakan nasional:
Potret Populasi Unbanked di Indonesia
Berdasarkan catatan LPS, jumlah masyarakat Indonesia yang belum memiliki rekening bank berangsur mengalami penurunan. Jika pada akhir tahun 2025 angka penduduk unbanked berada di kisaran 49,7 juta jiwa, angka tersebut menyusut menjadi sekitar 46,5 juta jiwa dari tahun sebelumnya.
Dari total 46,5 juta penduduk yang belum memiliki rekening tersebut, sebanyak 15,3 juta orang berada di kelompok usia produktif. Kelompok usia produktif ini menjadi sasaran utama perbankan dan lembaga keuangan untuk mempercepat perluasan inklusi keuangan melalui kemudahan pembukaan rekening digital maupun agen laku pandai di berbagai daerah.
Kontras dengan Target 200 Juta Rekening Baru Pemerintah
Di sisi lain, pemerintah meluncurkan kebijakan strategis untuk menyiapkan pembukaan rekening bank secara massal yang menyasar hingga 200 juta penduduk, terutama yang dimulai saat warga menginjak usia 17 tahun dan mengurus KTP.
Program yang melibatkan bank milik negara seperti BRI dan BSI ini dirancang untuk memperkuat ekosistem penyaluran bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran serta memperluas adopsi pembayaran digital seperti QRIS.
Namun, target ambisius 200 juta rekening baru ini sempat memunculkan diskursus karena jumlah penduduk yang benar-benar belum memiliki rekening (unbanked) secara riil jauh lebih kecil, yakni sekitar 46,5 juta orang secara keseluruhan atau 15,3 juta di kelompok usia produktif.
Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar alokasi rekening baru dalam program tersebut nantinya akan melibatkan masyarakat yang sudah memiliki rekening, atau dengan kata lain kepemilikan ganda (multiple accounts).
Para pengamat ekonomi menilai bahwa efektivitas program bantuan sosial tidak hanya bergantung pada penciptaan rekening baru secara administratif, melainkan pada validitas data tunggal kesejahteraan sosial serta keaktifan pemanfaatan rekening tersebut untuk transaksi ekonomi sehari-hari.
Baca Juga: Jumlah Rekening dan Total Simpanan Bank Umum di Indonesia
Sumber:
https://lps.go.id/siaran-pers/