Sudah setahun pemerintahan baru Prabowo-Gibran memimpin Indonesia. Di balik ragam tantangan dan program dalam mengupayakan kesejahteraan rakyat, penilaian kinerja nasional terhadap kabinet ini masih cenderung rendah. Menurut survei CELIOS yang melibatkan 120 jurnalis dari 60 media, kinerja Prabowo-Gibran hanya memperoleh rata-rata skor 3 dari 10, mencerminkan penilaian publik yang masih sangat rendah.
Adapun kinerja dinilai dari skala 1-10, dengan skor 1 berarti sangat buruk dan 10 berarti sangat baik.
Jika ditinjau lebih rinci, sebanyak 29% responden jurnalis memberi skor 1 yang berarti sangat buruk, 14% memberi skor 2, 20% memberi skor 3, 14% memberi skor 4, dan 13% memberi skor 5.
Sementara itu, ada pula responden yang memberi penilaian baik, meski proporsinya lebih rendah ketimbang penilaian buruk. Rinciannya, 4% responden memberi skor 6 untuk kinerja 1 tahun Prabowo-Gibran, 3% memberi skor 7, 2% memberi skor 8, dan 1% memberi skor 9. Sayangnya, tidak ada responden yang memberi skor sempurna 10 atas kinerja keduanya.
Adapun Presiden Prabowo memperoleh rata-rata skor 3 dari 10, sedangkan Wakil Presiden Gibran meraih rata-rata skor 2 dari 10.
Data ini menegaskan masih adanya tantangan dalam kinerja 1 tahun pertama dari pemerintahan Prabowo-Gibran, terutama masalah performa di mata publik. Hal ini bisa dijadikan alarm bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kepercayaan publik.
“Pemerintahan berjalan tanpa basis dukungan yang kuat dan berisiko semakin kehilangan kepercayaan publik jika hanya bertumpu pada pencitraan tanpa perbaikan kinerja yang substantif,” tulis CELIOS dalam laporannya.
Dibandingkan dengan kinerja 100 hari pertama dan 1 tahun saat ini, terjadi penurunan performa. Pada 100 hari pertama Prabowo, skor kinerjanya cukup positif, dengan 61% responden memberi nilai 5-7. Responden yang memberi nilai 1 pun hanya sedikit, yakni 5%. Penilaian negatif ini melonjak jadi 29% pada survei 1 tahun kinerja Prabowo.
Hal serupa juga terjadi pada Gibran, di mana rata-rata skor kinerjanya turun dari 3 pada 100 hari pertama. Total responden yang memberi skor 1 untuk kinerjanya pun meningkat, dari 31% menjadi 61%.
Banyak janji politik yang belum terpenuhi, dengan 56% responden menilai hanya sebagian kecil janji politik yang berhasil, dan 43% menilai tidak berhasil sama sekali.
Penilaian ini merupakan bentuk asa dan harapan masyarakat akan pemerintahan yang lebih mengayomi dan mendengarkan kebutuhan warganya. Alih-alih dipandang sebagai hal negatif, penilaian ini dapat dijadikan masukan dan kritik untuk membangun dan menjalankan roda pemerintahan yang lebih transparan dan inklusif, mendorong Indonesia menuju perubahan yang lebih baik.
Baca Juga: 79% Publik Puas terhadap Kinerja Prabowo
Sumber:
https://celios.co.id/rapor-kinerja-1-tahun-prabowo-gibran/
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor