Saat ini tantangan sosial dan ekonomi semakin terasa, membuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan kian meningkat. Berbagai sektor lapangan pekerjaan menetapkan kualifikasi minimal lulusan sarjana, mendorong orang tua untuk semakin memprioritaskan pendidikan anaknya sebagai bekal karier di masa depan. Pendidikan tidak lagi dipandang cukup hingga jenjang SMA, melainkan diupayakan agar dapat berlanjut ke jenjang perguruan tinggi.
Baca Juga: Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi Menurut Gender 2021-2025
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatan persentase penduduk Indonesia yang menamatkan pendidikan tinggi selama satu dekade terakhir. Pada tahun 2016, persentasenya masih berada di angka 7,92%, lalu meningkat secara bertahap setiap tahun menjadi 8,15% (2017), 8,76% (2018), dan 9,26% (2019). Kenaikan ini berlanjut pada tahun 2020 dan 2021 dengan persentase masing-masing 9,49% dan 9,67%, yang mengindikasikan semakin besarnya akses dan partisipasi masyarakat dalam mengenyam pendidikan tinggi.
Memasuki periode 2022–2025, persentase penduduk yang menamatkan pendidikan tinggi telah melampaui angka 10%. Pada tahun 2022 dan 2023, angkanya tercatat stabil di 10,15%, kemudian meningkat menjadi 10,2% pada 2024, dan mencapai puncaknya sebesar 11% pada tahun 2025. Secara keseluruhan, data ini menggambarkan perkembangan positif dalam capaian pendidikan tinggi di Indonesia.
Upaya Tingkatkan Pemerataan Akses Pendidikan
Pada tahun ini juga pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan Indonesia seperti yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Taklimat Presiden RI 2026. Taklimat presiden ini berisi penegasan peran manusia, pendidikan tinggi, dan sains sebagai pilar utama inovasi, industrialisasi, dan daya saing bangsa. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah komunikasi pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya dengan para akademisi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menanggapi taklimat ini sebagai arahan bagi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiksaintek) untuk memperkuat perannya dalam pembangunan nasional.
“Bapak Presiden mengajak kita bersama-sama merefleksikan apa yang sudah bisa kita berikan kepada masyarakat, bangsa, negara, dan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran yang penting dalam pembangunan Indonesia. Perguruan tinggi harus mampu mencetak SDM yang mumpuni secara kapasitas dan kapabilitas, berintegritas, nasionalis, dan keberpihakan yang besar kepada masyarakat dan bangsa Indonesia,” tuturnya pada Jumat (16/1/2026) melansir laman resmi Kemendiksaintek.
Selain itu, upaya lain yang dilakukan pemerintah dalam membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi adalah dengan membuka beragam program beasiswa. Program beasiswa ini terbuka untuk mahasiswa dari jenjang D3, S1 maupun S2 baik itu di kampus negeri, swasta, dan luar negeri dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
Adapun sejumlah beasiswa yang dibuka sepanjang tahun 2026 diantaranya:
- KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah
- Beasiswa Unggulan
- Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
- Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)
- Beasiswa Garuda
- Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK)
- Beasiswa Indonesia Maju
Baca Juga: Angka Partisipasi Kuliah di Indonesia Terus Meningkat 1 Dekade Terakhir
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTYxMCMx/persentase-penduduk-umur-15-tahun-ke-atas-menurut-klasifikasi-desa--jenis-kelamin--dan-jenjang-pendidikan-tertinggi-yang-ditamatkan--2009-2025.html
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor